Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Macam-Macam Media Pembelajaran Beserta Prinsip Penggunaannya

Media pembelajaran memainkan peran penting dalam suksesnya proses belajar mengajar. Meski demikian nampaknya terjadi sebuah distorsi arti maupun fungsi. Ada sebagian guru dan pendidik yang merasa media pembelajaran harus mewah, kekinian dan berkaitan dengan IT. Benarkah demikian?

Tentu saja tidak. Justru jika demikian adanya, maka akan makin menjauhkan karakteristik utama dari media pembelajaran.

Meski benar bahwa media ajar memainkan peranan sangat penting dalam dunia pendidikan saat ini, hal lain juga tidak boleh dikesampingkan, antara lain tentang pendekatan pembelajaran

Daftar Isi:

Apa Itu Media Pembelajaran?

macam-macam media pembelajaran

Pengertian Media Pembelajaran 

Media pembelajaran adalah segala sarana, alat dan media yang digunakan dalam proses pembelajaran. Tentu saja banyak definisi lainnya namun rasanya semua mengarah pada pengertian tersebut.

Tujuan Pembelajaran

Ada berbagai macam tujuan penggunaan media pembelajaran. Semua bisa berbeda tergantung dari perspektif, kondisi kelas, kondisi guru, materi, topik dan teknik mengajar yang digunakan.  

Tujuan dari media pembelajaran antara lain : 

  1. Membantu guru menyampaikan materi. 
  2. Membantu siswa untuk lebih paham tentang topik yang sedang dipelajari.
  3. Membuat pembelajaran menjadi lebih efektif.
  4. Membuat pembelajaran menjadi lebih hidup dengan adanya media pembelajaran interaktif.
  5. Membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna.

Macam-macam Media Pembelajaran

Dari banyak sumber di internet, forum atau buku, ada banyak sekali klasifikasi media pembelajaran, baik itu berdasarkan fungsi, bentuk maupun tingkat kerumitan. 

Berikut adalah salah satu dari klasifikasi mengenai media pembelajaran yang bisa juga dijadikan semacam referensi untuk para guru maupun orang tua. 

Media Pembelajaran Berbentuk Cetak

Contoh media pembelajaran cetak

Media pembelajaran berbentuk cetak atau hand-out / print-out adalah jenis media yang terbuat dari kertas, karton, dan lain sebagainya yang digunakan oleh guru untuk membantu tercapainya target pembelajaran. 

Apa saja contoh-contoh dari media pembelajaran berbentuk cetak? Ada sangat banyak sekali. Bahkan bisa dikatakan ini adalah salah satu media pembelajaran yang paling umum digunakan. 

Beberapa contoh media cetak yang biasa digunakan dalam kegiatan belajar mengajar antara lain : buku diktat, buku penunjang, gambar, peta, peta konsep, poster, gambar alur kerja, gambar proses kerja, peta berbasis kronologi waktu, flashcards, kartu kosakata, kartu dialog, naskah dan lainnya. 

Teori pembelajaran masa lalu lebih menekankan guru sebagai satu-satunya sumber ilmu. Ini sangat tidak relevan karena kini sudah terbukti teknologi sangat membantu proses pembelajaran. Untuk itu paradigma yang ada harus diubah. Ketahui hal ini lebih lanjut dengan membaca ulasan tentang 5 teori dan filsafat pendidikan yang mewarnai dinamika pendidikan di dunia. 

Media Pembelajaran Berbentuk Audio

contoh media pembelajaran audio

Ada juga sarana dan media belajar yang berbentuk audio dan sangat membantu baik guru maupun siswa dalam pelaksanaan pembelajaran. Media audio memfokuskan pada suara dan percakapan. Selain di ranah mata pelajaran Bahasa, pelajaran lain yang juga bisa memanfaatkan media audio adalah seni suara, seni musik, komputer, seni tari, maupun teknik industri. 

Beberapa contoh media pembelajaran audio antara lain : kaset, tape recorder, semua alat musik, seperangkat alat dengar di lab bahasa, salinan suara untuk dikte, salinan suara percakapan, salinan suara untuk berbagai instruksi, salinan suara musik atau lagu, dll. 

Media Pembelajaran Berbentuk Audio-Visual

contoh media pembelajaran audio-visual

Seiring dengan perkembangan jaman, muncul juga media yang mencakup indera pendengaran sekaligus pengelihatan. Ini dinamakan media audio-visual. 

Media audio-visual selain bisa membantu menjelaskan jauh lebih baik dari hanya yang berbentuk suara (audio), juga terkesan menarik bagi siswa. 

Beberapa contoh media pembelajaran audio-visual antara lain adalah : televisi, VHS, rekaman video, video dokumenter, video pendek, Youtube, salinan rekaman audio-visual, video grafis, tutorial berbentuk video, dan lainnya.  

Meski terkesan keren dan kekinian, para guru tidak boleh latah dan terlihat ikut-ikutan saja. Sebagai pendidik harus benar-benar paham cara mengatur dan menyusun strategi pembelajaran, karena media ajar hakikatnya adalah alat bantu. 

Media Pembelajaran Berbentuk Realia / Obyek 

Contoh media pembelajaran realia

Pada dasarnya ini adalah yang paling murah, mudah dan cukup efektif untuk digunakan, yakni media pembelajaran berbentuk obyek atau realia. 

Dengan media ini, maka siswa benar-benar memahami, melihat, merasakan dan mendapatkan pengalaman nyata dalam pembelajaran. 

Beberapa media pembelajaran berbentuk realia antara lain : malam, berbagai jenis batuan, biji tumbuhan, patung, aneka tulang, tengkorak, gelas ukur, mikroskop, buah-buahan, atau obyek alami dan buatan lainnya. 

Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi Digital 

Contoh media pembelajaran aplikasi

Dunia pendidikan harus segera bersinergi dengan dunia industri dan digital, jika tidak maka sinkronisasi dari dua ranah tersebut akan sulit tercapai. 

Salah satu upaya untuk mengintegrasikan industri dengan edukasi adalah penggunaan media pembelajaran berbasis aplikasi digital.

Dengan semakin terjangkaunya ponsel pintar, komputer maupun tablet, maka makin mudah pula bagi siswa dan guru mengakses berbagai aplikasi yang dibuat dengan tujuan pendidikan. 

Aplikasi digital ini terdiri dari dua golongan, yakni yang gratis maupun berbayar. Biasanya yang berbayar memiliki fitur jauh lebih baik daripada yang tidak. 

Contoh media pembelajaran berbasis aplikasi antara lain : Google Maps, Youtube, Picassa, Google Earth, Microsoft Office, Duolingo, dan lainnya.  

Prinsip Penggunaan Media Pembelajaran

Prinsip penggunaan media pembelajaran

Pada dasarnya pemilihan media pembelajaran adalah hak prerogratif dari institusi maupun (khususnya) guru. Tentu ada baiknya semua itu dilasanakan dengan penuh pertimbangan. Meski demikian ada beberapa prinsip dasar terkait penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar yang tidak boleh dilupakan : 

Efektivitas 

Kembali lagi kepada hakikat dan tujuan media pembelajaran maka yang paling utama adalah sebagai sarana untuk membantu guru menjelaskan materi atau membantu siswa memahami topik yang sedang dipelajari.

Jangan sampai penggunaan media pembelajaran terkesan sebagai gaya-gayaan dan pemborosan. Hal ini akan sangat tidak berguna, sia-sia serta berpotensi membuat siswa menjadi kurang termotivasi. 

Sebagai misal ingin mempelajari musim dan cuaca, maka tidak perlu harus ke negara yang memiliki musim salju. Cukup menjelaskan lewat video atau meminta siswa yang sudah pernah berlibur ke luar negeri untuk presentasi.

Sarana Motivasi Siswa

Prinsip kedua adalah terkait media sebagai sarana motivasi siswa. Seperti diketahui bersama, guru memiliki banyak sekali peran, antara lain sumber pengetahuan, pengajar, penulis RPP, pemerhati kurikulum, peserta seminar, anggota asosiasi, dan tempat curhat orang tua. Selain itu sebenarnya ada satu lagi peran guru, yakni sebagai motivator siswa.

Guru wajib mengetahui tips-tips memotivasi siswa dengan tepat. Peserta didik harus diberi motivasi agar mau meningkatkan skill dan wawasannya secara mandiri, bukan hanya mengandalkan guru semata. 

Untuk peran yang satu ini, maka guru bisa menggunakan media pembelajaran yang menarik sehingga siswa menyukai proses pembelajaran. Selain itu bisa juga dengan mempelajari berbagai jenis metode pembelajaran yang ada. Baca artikel tentang >>>153 Macam Metode Pengajaran

Harga

Kasus yang sering dijumpai adalah adanya perbedaan yang cukup ekstrim di suatu kelas antara murid kaya dan murid miskin. 

Murid miskin tentu sangat susah jika dipaksa harus membeli laptop dengan spesifikasi tinggi demi bisa mengikuti pembelajaran. 

Selain itu sekolah juga harus memikirkan anggaran perawatan bila memang memilih menggunakan media pembelajaran canggih namun memerlukan pembiayaan besar. 

Tingkat Kerumitan

Poin atau prinsip penggunaan media pembelajaran lainnya yang harus diperhatikan adalah tingkat kerumitan. Apakah media tersebut bisa dengan mudah digunakan atau perlu perlakuan khusus. Semisal membutuhkan daya listrik yang cukup besar dan pengaturan yang cukup lama. 

Pikirkan kembali mengenai efisiensi. Gunakan media pembelajaran yang mudah diatur, digunakan dan disimpan. Jangan sampai waktu terbuang percuma untuk menyiapkan sarana prasaran dan mengorbankan proses belajar yang tentu saja jauh lebih penting. 

Tingkat Penguasaan Guru 

Sebelum digunakan, maka suatu media pembelajaran harus benar-benar diperiksa apakah sesuai dengan materi dan terutama sudah dikuasai oleh guru.

Jangan sampai di hadapan para siswa, para guru mempertujukan ketidakcakapan dalam menjalankan media pembelajaran yang dipilihnya sendiri. Selain akan berdampak pada jalannya proses belajar, hal ini juga tidak terlalu etis. 

Meski demikian, ini bukanlah suatu penghalang bagi guru dalam upaya untuk terus mencoba berbagai inovasi yang ada, termasuk salah satunya mengikuti perkembangan jaman dengan memanfaatkan berbagai media pembelajaran terkini. 

Selain menguasai cara penggunaan media ajar tersebut, guru juga harus mampu memadukan antara sarana pembelajaran dan materi dengan cara improvisasi. Untuk melakukan hal tersebut, para pendidik selaku pelaksana di lapangan harus mengetahui aneka macam teknik mengajar yang ada. 

Model Pembelajaran

Ada keterkaitan erat antara model pembelajaran dengan media ajar yang ingin digunakan. Keduanya seharusnya selaras dan tidak bertentangan. Untuk mengetahui lebih lanjut perihal mengenai hal ini, silahkan baca artikel tentang pengertian model pembelajaran

Contoh Media Pembelajaran

Tentu saja ada banyak sekali jenis media pembelajaran. Berikut adalah beberapa diantaranya. Untuk bagian ini akan selalu diupdate secara rutin. Semoga bisa memperkaya referensi Anda semua sebagai pendidik, sumber pengetahuan dan fasilitator pendidikan.

Poster

Menggunakan poster untuk menjadi media pembelajaran juga merupakan ide yang bagus. Ada banyak hal positif yang bisa dilakukan, antara lain :

  • Mengajarkan kreativitas.
  • Mengembangkan inovasi siswa.
  • Membuat pelajaran menjadi menarik.
Untuk artikel lebih lengkap, silahkan baca cara menggunakan poster sebagai media pembelajaran yang telah kami sediakan.

Flashcards

Flashcards adalah kartu bergambar yang dibuat sedemikian rupa untuk membantu proses pembelajaran. Ada banyak sekali fungsi maupun manfaatnya, antara lain : 

  • Sebagai sarana bermain games edukatif.
  • Meningkatkan pemahaman siswa tentang kosakata baru.
  • Membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. 
  • Menjelaskan proses atau benda yang menjadi obyek pembelajaran.
Untuk mengetahui lebih lanjut cara penggunaan flashcards termasuk tips dan panduannya, silahkan klik artikel tentang panduan menggunakan flashcards. 

Stiker

Stiker bisa menjadi media pembelajaran yang sangat membantu guru, khususnya dalam : 
  • Meningkatkan motivasi siswa. 
  • Membuat pembelajaran menarik.
  • Membantu membentuk sikap kompetitif dan daya saing.
  • Meningkatkan kreativitas peserta didik.
Untuk mengetahui lebih mendalam perihal stiker, silahkan kunjungi artikel tentang stiker sebagai media pembelajaran. 

Referensi Lanjutan 

Terima kasih sudah membaca. Ada baiknya Anda juga berkunjung ke beberapa artikel menarik berikut ini : 

Tips Sederhana ini akan Membuat Anda Menjadi Guru yang Baik. 

Mengenal Lebih Dekat Profesor Anita Lie, Pakar Pendidikan Indonesia

Mari Mengupas Tuntas Pendekatan Realistik RME

Pendekatan Pembelajaran Ini Mulai Dipakai Banyak Negara, Mengapa?

Konstruktivisme, Sebuah Konsep Pembelajaran Masa Kini

Adi
Adi Penulis adalah seorang praktisi, inovator dan pemerhati pendidikan. Memiliki pengalaman terjun di dunia pendidikan sejak 2007. Aktif menulis di berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik. Blog yang sedang Anda baca adalah salah satu situs miliknya. Memiliki kerinduan untuk melihat generasi muda menjadi generasi pemenang yang siap menyongsong era Industri 4.0

Posting Komentar untuk "Macam-Macam Media Pembelajaran Beserta Prinsip Penggunaannya"

Berlangganan via Email