Widget HTML #1

Penilaian Sumatif: Pengertian, Fungsi, Tujuan, Bentuk dan Contohnya

Dalam konteks pendidikan, penilaian adalah proses penting yang melibatkan pengumpulan, pengukuran, dan penilaian informasi mengenai kemajuan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Ada berbagai jenis penilaian yang digunakan dalam pendidikan, salah satunya adalah penilaian sumatif.

Artikel kali ini akan menjelaskan pengertian penilaian sumatif dan menguraikan fungsinya dalam konteks pendidikan.

Sumatif sendiri berasal dari Bahasa Latin Sumatus. Sedang dalam Bahasa Inggris, Sumatif berasal dari Summative yang artinya Sum atau menjumlahkan, mengkalkulasikan, menggabungkan. Lantas bagaimana pengertian dari asesmen sumatif?

Pengertian Penilaian Sumatif

asesmen sumatif
pengertian dan penjelasan lengkap tentang penilaian sumatif

Penilaian sumatif merupakan bentuk penilaian yang dilakukan pada akhir suatu periode pembelajaran, misalnya semester, tahun ajaran, atau unit pembelajaran tertentu. 

Tujuan utama penilaian sumatif adalah untuk mengevaluasi pencapaian siswa secara keseluruhan terhadap tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. 

Penilaian sumatif biasanya dilakukan melalui ujian akhir, tugas akhir, proyek, atau portofolio yang mencerminkan pemahaman dan kemampuan siswa dalam suatu bidang studi.

Fungsi Penilaian Sumatif dalam Pendidikan

Sama dengan asesmen formatif, penilaian sumatif memiliki beberapa fungsi penting dalam konteks pendidikan. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Evaluasi Pencapaian Siswa: Fungsi utama penilaian sumatif adalah untuk mengevaluasi sejauh mana siswa telah mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Hasil penilaian ini memberikan gambaran tentang pemahaman, pengetahuan, dan keterampilan yang dimiliki siswa pada akhir periode pembelajaran.
  • Pengukuran Proses Pembelajaran: Melalui penilaian sumatif, guru dapat menilai efektivitas metode pengajaran yang digunakan selama periode pembelajaran. Dengan menganalisis hasil penilaian, guru dapat mengevaluasi keberhasilan strategi pengajaran yang telah diterapkan dan memperbaiki metode yang kurang efektif.
  • Pengembangan Rencana Pembelajaran Selanjutnya: Hasil penilaian sumatif dapat memberikan informasi berharga bagi guru dalam merencanakan pembelajaran selanjutnya. Dengan mengetahui kemampuan siswa secara keseluruhan, guru dapat merancang kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dan tingkat pemahaman siswa.
  • Pemberian Umpan Balik: Penilaian sumatif dapat memberikan umpan balik kepada siswa mengenai pencapaian mereka. Hasil penilaian ini dapat memberikan gambaran tentang kekuatan dan kelemahan siswa dalam suatu bidang studi tertentu, yang dapat digunakan untuk membantu siswa meningkatkan kinerja mereka di masa depan.
  • Akuntabilitas Sekolah: Penilaian sumatif juga berfungsi sebagai alat untuk akuntabilitas sekolah. Hasil penilaian ini dapat digunakan oleh pihak sekolah, guru, dan orang tua untuk memantau dan mengevaluasi efektivitas sistem pendidikan secara keseluruhan.

Kapan Penilaian Sumatif Dilaksanakan?

Penilaian sumatif dilaksanakan pada akhir suatu periode pembelajaran, yang dapat berupa semester, tahun ajaran, atau unit pembelajaran tertentu. Jadwal penilaian sumatif ditentukan oleh kebijakan sekolah atau sistem pendidikan yang berlaku. 

Umumnya, penilaian sumatif dilaksanakan setelah selesainya kurikulum atau materi pembelajaran yang telah ditetapkan.

Sebagai contoh, dalam jangka waktu satu semester, penilaian sumatif biasanya dilaksanakan pada akhir semester setelah semua materi pembelajaran telah diajarkan. 

Di akhir semester tersebut, siswa diuji melalui ujian akhir semester atau melalui tugas proyek, portofolio, atau bentuk penilaian lainnya yang mencakup seluruh materi yang telah dipelajari selama periode tersebut.

Namun, penting untuk diingat bahwa jadwal penilaian sumatif dapat bervariasi tergantung pada kebijakan sekolah dan sistem pendidikan yang berlaku di setiap negara, daerah, atau lembaga pendidikan. 

Sekolah atau guru dapat menyusun jadwal penilaian sumatif yang sesuai dengan kebutuhan dan konteks pembelajaran mereka, asalkan penilaian tersebut mencakup evaluasi menyeluruh terhadap pencapaian siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Penyajian Laporan Penilaian Sumatif

Penyajian penilaian sumatif dapat dilakukan dalam beberapa bentuk yang sesuai dengan jenis penilaian yang digunakan dan kebutuhan konteks pembelajaran. Berikut ini adalah beberapa bentuk penyajian yang umum digunakan dalam penilaian sumatif:

Angka/Nilai:

Bentuk penyajian yang paling umum dalam penilaian sumatif adalah angka atau nilai. Hasil penilaian dinyatakan dalam bentuk angka atau skor yang mengindikasikan tingkat pencapaian siswa. Misalnya, skala penilaian dapat menggunakan angka 1-100 atau A, B, C, D, E untuk menggambarkan pencapaian siswa.

Grade/Nilai Huruf:

Pada beberapa sistem pendidikan, penilaian sumatif disajikan dalam bentuk grade atau nilai huruf. Misalnya, A, B, C, D, atau E yang menunjukkan kategori pencapaian siswa. Setiap grade atau nilai huruf memiliki makna tertentu yang menggambarkan tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Deskripsi Naratif:

Selain angka atau nilai, penilaian sumatif juga dapat disajikan dalam bentuk deskripsi naratif. Deskripsi naratif ini menjelaskan pencapaian siswa secara lebih rinci, memberikan gambaran tentang kekuatan dan kelemahan siswa dalam aspek pembelajaran tertentu. Deskripsi naratif sering digunakan dalam penilaian berbasis portofolio atau dalam laporan kemajuan siswa.

Grafik/Chart:

Untuk memberikan gambaran visual tentang pencapaian siswa, penilaian sumatif dapat disajikan dalam bentuk grafik atau chart. Grafik atau chart ini dapat menunjukkan tingkat pencapaian siswa dalam berbagai aspek pembelajaran. Misalnya, grafik batang atau diagram lingkaran dapat digunakan untuk menggambarkan persentase atau proporsi siswa yang mencapai tujuan pembelajaran.

Laporan Penilaian:

Bentuk penyajian lain dari penilaian sumatif adalah laporan penilaian yang memberikan ringkasan hasil penilaian secara komprehensif. Laporan penilaian ini mencakup informasi tentang pencapaian siswa dalam berbagai aspek pembelajaran, memberikan gambaran holistik tentang kemajuan siswa selama periode pembelajaran.

Penting untuk dicatat bahwa bentuk penyajian penilaian sumatif dapat bervariasi tergantung pada kebijakan sekolah atau sistem pendidikan yang berlaku. 

Tujuan utama dari penyajian penilaian sumatif adalah untuk memberikan informasi yang jelas dan transparan tentang pencapaian siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Contoh Penerapan Penilaian Sumatif

Dalam kurikulum merdeka, KKM diganti KKTP yang memuat asesmen sumatif. Berikut ini adalah beberapa contoh penilaian sumatif yang umum digunakan dalam konteks pendidikan:

  1. Ujian Tertulis: Ujian tertulis adalah bentuk penilaian sumatif yang paling umum. Siswa diuji dengan serangkaian soal pilihan ganda, isian singkat, atau esai yang mencakup materi pembelajaran yang telah diajarkan. Ujian tertulis ini dapat dilaksanakan dalam bentuk kertas atau menggunakan platform komputer.
  2. Proyek Akhir: Proyek akhir adalah penilaian sumatif yang melibatkan siswa dalam tugas proyek yang memerlukan penelitian, analisis, dan presentasi. Siswa diminta untuk menyusun laporan proyek atau membuat produk/proses berdasarkan pemahaman mereka terhadap materi pembelajaran.
  3. Portofolio Siswa: Penilaian sumatif juga dapat dilakukan melalui penilaian portofolio siswa. Siswa mengumpulkan karya-karya mereka, seperti tugas, proyek, catatan, atau refleksi, yang mencerminkan perkembangan mereka selama periode pembelajaran. Portofolio siswa memberikan gambaran menyeluruh tentang pencapaian siswa dalam berbagai aspek pembelajaran.
  4. Presentasi dan Diskusi: Siswa dapat dinilai melalui presentasi atau diskusi kelompok yang menggambarkan pemahaman mereka tentang topik tertentu. Dalam penilaian ini, siswa diminta untuk menyampaikan informasi, berbagi pandangan, dan mengemukakan argumen dalam bentuk presentasi lisan atau diskusi kelompok.
  5. Ujian Praktik atau Keterampilan: Dalam beberapa mata pelajaran atau program studi, penilaian sumatif dapat dilakukan melalui ujian praktik atau keterampilan. Contohnya, dalam mata pelajaran seni, siswa dapat dinilai berdasarkan karya seni yang mereka hasilkan, seperti lukisan atau patung. Sedangkan dalam mata pelajaran fisika, siswa dapat diuji melalui praktikum eksperimen.
  6. Penilaian Observasi: Observasi langsung oleh guru atau penilai dapat digunakan sebagai bentuk penilaian sumatif. Guru mengamati keterampilan, partisipasi, dan sikap siswa selama proses pembelajaran. Observasi ini dapat dilakukan saat presentasi, kerja kelompok, atau situasi nyata yang memerlukan pemahaman dan penerapan konsep.
  7. Ujian Online: Dalam era digital, penilaian sumatif juga dapat dilakukan secara online melalui platform pembelajaran elektronik. Siswa diuji melalui soal-soal yang disajikan dalam bentuk digital dan dikerjakan secara online.

Penting untuk diingat bahwa contoh-contoh penilaian sumatif dapat bervariasi tergantung pada kebijakan sekolah, tingkat pendidikan, dan mata pelajaran yang dievaluasi. Tujuan utama penilaian sumatif adalah untuk mengukur pencapaian siswa dan memberikan umpan balik yang berguna bagi perkembangan mereka dalam pembelajaran.

Bentuk Soal dalam Penilaian Sumatif

Dalam penilaian sumatif, terdapat berbagai bentuk soal yang digunakan untuk mengukur pemahaman dan kemampuan siswa. Berikut ini adalah beberapa contoh bentuk soal umum dalam penilaian sumatif:

1. Pilihan Ganda (Multiple Choice)

Soal pilihan ganda adalah salah satu bentuk soal yang umum digunakan dalam penilaian sumatif. Pada jenis soal ini, siswa harus memilih satu jawaban yang paling tepat dari beberapa opsi yang diberikan. 

Soal pilihan ganda dapat menguji pemahaman konsep, pengetahuan faktual, dan penerapan keterampilan siswa.

Contoh:

Apa nama ibu kota Jepang?

A. Kyoto

B. Tokyo

C. Seoul

D. Hiroshima

2. Isian Singkat (Fill in the Blank)

Soal isian singkat meminta siswa untuk mengisi bagian yang kosong dalam suatu pernyataan atau kalimat dengan jawaban yang tepat. Soal ini biasanya digunakan untuk menguji pemahaman konsep, definisi, atau hubungan antara konsep-konsep.

Contoh:

Pulau terbesar di dunia adalah ......

3. Benar/Salah (True/False)

Soal benar/salah meminta siswa untuk menentukan kebenaran suatu pernyataan yang diberikan. Siswa harus memilih antara "benar" jika pernyataan tersebut akurat, atau "salah" jika pernyataan tersebut tidak akurat. Soal ini menguji pemahaman konsep dan pemahaman siswa terhadap informasi yang diberikan.

Contoh:

Sumber energi fosil yang paling umum adalah energi matahari. (Benar/Salah)

4. Esai (Essay)

Soal esai meminta siswa untuk memberikan jawaban yang lebih panjang dan terperinci dalam bentuk tulisan. Siswa harus menjelaskan atau menguraikan pemahaman mereka tentang suatu topik atau masalah tertentu. Soal esai memungkinkan siswa untuk menunjukkan pemahaman yang lebih mendalam, kemampuan analisis, pemecahan masalah, dan keterampilan menulis.

Contoh:

Jelaskan pengaruh Revolusi Industri terhadap perkembangan ekonomi dunia.

Selain itu, ada juga bentuk soal lainnya seperti soal pencocokan (matching), soal analisis kasus, atau soal diagram. Pilihan bentuk soal yang digunakan dalam penilaian sumatif dapat disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, konteks, dan materi yang dievaluasi.

Penilaian Sumatif dalam Kurikulum 2013 (Kurtilas)

Dalam Kurikulum 2013 (Kurtilas) yang diterapkan di Indonesia, terdapat beberapa contoh penilaian sumatif yang digunakan dalam proses evaluasi pembelajaran. Berikut ini adalah beberapa contoh penilaian sumatif dalam Kurtilas:

Ujian Akhir Semester:

Penilaian sumatif yang paling umum digunakan dalam Kurtilas adalah ujian akhir semester. Pada akhir setiap semester, siswa diuji secara tertulis untuk mengukur pemahaman mereka terhadap materi pembelajaran yang telah diajarkan selama periode tersebut. Ujian akhir semester ini mencakup berbagai bentuk soal, seperti pilihan ganda, isian, dan esai, yang menguji pengetahuan dan kemampuan siswa.

Tugas Proyek:

Penilaian sumatif juga dapat dilakukan melalui tugas proyek yang melibatkan siswa dalam penelitian, pengumpulan data, analisis, dan presentasi hasil karyanya. Tugas proyek ini memungkinkan siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari selama periode tertentu, serta menunjukkan pemahaman mereka tentang topik yang sedang dipelajari.

Portofolio Siswa:

Portofolio siswa adalah kumpulan karya atau bukti pencapaian yang mencerminkan kemajuan belajar siswa dalam berbagai aspek, seperti pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Penilaian sumatif menggunakan portofolio siswa dapat memberikan gambaran yang lebih holistik tentang pencapaian siswa selama periode pembelajaran. Portofolio dapat berisi tugas-tugas, proyek, catatan, dan refleksi siswa yang mencerminkan perkembangan mereka sepanjang waktu.

Penilaian Observasi:

Penilaian sumatif juga dapat dilakukan melalui observasi langsung oleh guru terhadap siswa selama proses pembelajaran. Guru mengamati keterampilan, partisipasi, dan sikap siswa selama kegiatan pembelajaran. Observasi ini dapat melibatkan penilaian kinerja siswa dalam situasi nyata, seperti presentasi, diskusi kelompok, atau simulasi.

Ujian Praktik:

Untuk bidang studi yang memerlukan keterampilan praktis, penilaian sumatif dapat dilakukan melalui ujian praktik. Misalnya, dalam mata pelajaran seni, siswa dapat diuji dalam menggambar, melukis, atau membuat karya seni lainnya. Ujian praktik ini memungkinkan siswa untuk menunjukkan keterampilan yang telah mereka pelajari selama periode pembelajaran.

Penting untuk dicatat bahwa contoh-contoh penilaian sumatif dalam Kurtilas dapat bervariasi tergantung pada mata pelajaran, tingkat pendidikan, dan kebijakan sekolah. Tujuan utama penilaian sumatif dalam Kurtilas adalah untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran dan memberikan gambaran yang komprehensif tentang pencapaian mereka dalam berbagai aspek pembelajaran.

Kesimpulan: Pengertian, Fungsi Tujuan dan Contoh Asesmen Sumatif

Penilaian sumatif merupakan bentuk penilaian akhir yang dilakukan pada akhir suatu periode pembelajaran. Fungsi penilaian sumatif meliputi evaluasi pencapaian siswa, pengukuran proses pembelajaran, pengembangan rencana pembelajaran selanjutnya, pemberian umpan balik kepada siswa, dan akuntabilitas sekolah. 

Penilaian sumatif digunakan untuk mengevaluasi pembelajaran siswa, perolehan keterampilan, dan pencapaian akademik pada akhir periode instruksional yang telah ditentukan-biasanya di akhir proyek, unit, mata kuliah, semester, program, atau tahun ajaran. Secara umum, penilaian sumatif ditentukan oleh tiga kriteria utama:

  1. Tes, tugas, atau proyek digunakan untuk menentukan apakah siswa telah mempelajari apa yang diharapkan untuk dipelajari. Dengan kata lain, apa yang membuat suatu penilaian menjadi "sumatif" bukanlah desain tes, tugas, atau evaluasi diri itu sendiri, tetapi cara penggunaannya-yaitu untuk menentukan apakah dan sejauh mana siswa telah mempelajari materi yang telah diajarkan.
  2. Penilaian sumatif diberikan pada akhir periode pembelajaran tertentu, dan oleh karena itu umumnya bersifat evaluatif, bukan diagnostik. Artinya yaitu, penilaian ini lebih tepat digunakan untuk menentukan kemajuan dan pencapaian pembelajaran, mengevaluasi keefektifan program pendidikan, mengukur kemajuan ke arah tujuan perbaikan, atau membuat keputusan penempatan kursus, di antara aplikasi lain yang memungkinkan.
  3. Hasil penilaian sumatif sering kali dicatat sebagai skor atau nilai yang kemudian dimasukkan ke dalam catatan akademik permanen siswa, baik sebagai nilai huruf pada rapor atau nilai ujian yang digunakan dalam proses penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi. Meskipun penilaian sumatif biasanya merupakan komponen utama dari proses penilaian di sebagian besar distrik, sekolah, dan program studi, tidak semua penilaian yang dianggap sumatif dinilai.

Beberapa contoh penilaian sumatif yang paling terkenal dan banyak dibahas adalah tes standar yang diberikan oleh negara dan organisasi pengujian, biasanya dalam bidang matematika, membaca, menulis, dan sains. Contoh lain dari penilaian sumatif meliputi:

  • Tes akhir unit atau bab.
  • Tes akhir semester atau semester.
  • Ujian PPG
  • Ujian PLPG
  • Tes Masuk SNMPTN/UTBK
  • TOEIC/TOEFL. 
  • Tes standar yang digunakan untuk tujuan akuntabilitas sekolah, penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi (misalnya, SAT atau ACT), atau evaluasi akhir program (misalnya, ujian Advanced Placement atau International Baccalaureate).

Melalui penilaian sumatif, guru dapat memahami kemajuan siswa, merencanakan pembelajaran selanjutnya, dan memberikan umpan balik yang berguna bagi perkembangan siswa.

Kata sumatif sendiri sering dikontraskan dengan formatif. Untuk mengetahui lebih jelas tentang perbandingan keduanya, baca perbedaan penilaian sumatif dan formatif

Demikianlah ulasan lengkap kali ini yaitu tentang pengertian, fungsi, bentuk, tujuan serta contoh dari penilaian sumatif. 

Guritno Adi
Guritno Adi Penulis adalah seorang praktisi, inovator dan pemerhati pendidikan. Memiliki pengalaman terjun di dunia pendidikan sejak 2007. Aktif menulis di berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik. Blog yang sedang Anda baca adalah salah satu situs miliknya. Memiliki kerinduan untuk melihat generasi muda menjadi generasi pemenang yang siap menyongsong era Industri 4.0

Posting Komentar untuk "Penilaian Sumatif: Pengertian, Fungsi, Tujuan, Bentuk dan Contohnya"