Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menggunakan Poster Sebagai Media Pembelajaran

Media pembelajaran berupa poster merupakan hal yang sangat umum digunakan. Sudah banyak pengajar yang menggunakan media gambar visual yang dilengkapi dengan tulisan atau grafik untuk membantu menjelaskan materi, memberi gambaran tentang suatu proses atau memberi penekanan pada nilai dan etika tertentu.

penggunaan poster dalam pembelajaran

Lantas bagaimana cara untuk menggunakan poster sebagai media pembelajaran agar aktivitas belajar mengajar menjadi maksimal.

Daftar Isi:

Dalam artikel kali ini, Esai Edukasi akan berbagai cara untuk membuat pembelajaran lebih menyenangkan, efektif dan efisien dengan memanfaatkan poster. 

Definisi Poster 

Lantas apa saja dan seperti apa arti dari poster? Ada cukup banyak definisi dari poster. Berikut beberapa diantaranya : 

Menurut Sri Anitah 

Poster adalah gambar yang menggabungkan unsur-unsur visual, seperti garis, kata-kata, dan gambar yang memiliki tujuan untuk dapat menarik perhatian serta menyampaikan pesan secara singkat.

Menurut Nana Sudjana dan Ahmad Rivai 

Poster merupakan kombinasi visual dari desain yang kuat dilengkapi dengan warna-warna dan pesan, bertujuan untuk menangkap perhatian masyarakat yang melihatnya serta menanamkan ide yang berarti dalam ingatannya.

Menurut Azhar Arsyad 

Poster bisa diartikan sebagai sebuah media dua dimensi visual yang berisi gambar serta pesan singkat tertulis yang bertujuan untuk menyampaikan hal-hal khusus dan mampu memengaruhi orang-orang yang melihatnya.

Poster Sebagai Media Pembelajaran

Poster adalah salah satu media pembelajaran yang terdiri dari warna, gambar, grafis dan tulisan yang bisa digunakan oleh guru maupun siswa sebagai alat untuk menjelaskan, memahami dan mengekspresikan suatu konsep, ide, opini, gagasan maupun pesan-pesan lyang berkaitan dengan ilmu pengetahuan, sains, seni dan lainnya

Fungsi Poster 

Tentu banyak sekali fungsi dari poster, khususnya dalam bidang periklanan, bisnis, maupun politik. Namun kali ini Esai Edukasi akan membahas fungsi poster dalam pembelajaran dan dunia pendidikan. 

  • Menjelaskan suatu konsep atau proses.
  • Menggambarkan benda-benda dan kosakata baru.
  • Menjelaskan suatu garis waktu.
  • Menyampaikan pesan-pesan dan gagasan-gagasan.
  • Memberitahu suatu kegiatan, agenda atau jadwal tertentu. 

Memaksimalkan Poster Dalam Pembelajaran

Dalam bagian ini, Esai Edukasi akan membagikan beberapa metode pembelajaran untuk memaksimalkan poster dalam kegiatan belajar mengajar agar lebih baik, menarik dan efektif. 

Menjelaskan Materi Menggunakan Poster

Terkadang siswa perlu melihat gambar visual untuk bisa memperkuat pemahaman mereka akan suatu materi. Di sinilah peran poster, yakni membantu para guru mempermudah materi yang bersifat abstrak, rumit dan belum dikenal oleh para siswa.

Beberapa pelajaran seperti Bahasa Inggris, Bahasa Daerah, Biologi, Sains, Kimia dan bahkan Matematika akan menjadi lebih mudah diajarkan serta dimengerti dengan bantuan gambar visual yang menarik.

Berikut adalah langkah menggunakan poster dalam pembelajaran yang mungkin akan menjadi referensi menarik untuk Anda sebagai pengajar: 

  1. Analisa materi yang akan diajarkan.
  2. Cari kata-kata sulit, benda-benda yang belum dikenal ataupun proses yang rumit. Semua itu akan membutuhkan energi serta usaha besar jika hanya dijelaskan secara verbal. Anda butuh gambar. 
  3. Carilah gambar dari internet. Cetak dengan ukuran yang cukup besar. Tambahkan tulisan. 
  4. Hias dengan warna yang menarik dan kontras. Pastikan ukuran gambar dan tulisan cukup besar dan jelas untuk dilihat semua anak. 
  5. Cetak di kertas yang tebal. Gantungkan di papan tulis.
  6. Sambil mengerjakan Anda bisa menunjuk gambar yang ada di poster tersebut. 
  7. Anda bisa melakukan variasi. Misalnya menunjuk sebuah gambar yang ada dan meminta siswa untuk menyebutkan atau menjelaskannya.
  8. Anda juga bisa meminta siswa untuk menguangi penjelasan Anda (teknik everyone is the teacher).
  9. Beberapa permainan juga bisa dilakukan dengan bantuan poster. Misal melemar bola kertas. Caranya  : 
    • Buatlah bola dari kertas bekas.
    • Gantungkan poster.
    • Minta dua anak berdiri di depan poster denga jarak cukup jauh. 
    • Sebutkan satu kosakata atau istilah yang ada di poster.
    • Siswa melempar bola kertas menuju gambar yang dimaksud. 

Meminta Siswa Membuat Poster

Anda juga bisa melakukan sebuah proyek menarik yakni meminta siswa membuat poster berdasarkan materi yang sudah diajarkan. Ini akan menjadi salah satu contoh tugas terstuktur yang cukup menantang untuk dilakukan sekaligus aplikasi dari pendekatan kontekstual

Berkaitan dengan hal tersebut, pastikan Anda sudah melakukan hal ini : 

  • Jelaskan materi sebaik mungkin dan siswa harus sudah mengerti. Contoh Anda ingin siswa membuat poster tentang siklus air. Maka sebelumnya jelaskan materi tentang terjadinya hujan, pergerakan air tanah, ataupun pemuaian. 
  • Jelaskan mengenai definisi, hakikat dan fungsi poster. Siswa harus memahami bahwa poster bukanlah buku yang dicetak dengan ukuran besar. Ada unsur seni dan hiburan di sana.
  • Uraikan dan jelaskan dengan baik mengenai media-media membuat poster.
  • Hindarkan anak-anak membuang-buang uang dengan mencoba-coba menggunakan media yang mahal. Ada beberapa hal yang perlu Anda ajarkan : 
    • Siswa dapat membuat poster dengan bantuan program olah grafis di komputer semacam Photoshop, Corel Draw ataupun Microsoft Power Point. Pastikan memang pada umumnya siswa di kelas mampu mengakses sumber daya tersebut dengan mudah.
    • Siswa dapat membuat poster dengan cara menggambar di kertas karton, kertas manila atau triplek dengan bantuan crayon, spidol maupun cat air. 
    • Jelaskan mengenai etika mengunduh gambar dari internet. Kenalkan konsep hak kekayaan intelektual ataupun hak cipta. 
  • Beri contoh poster-poster yang sudah ada. Tekankan mengenai unsur persuasi. 
Setelah semua jelas, Anda sebagai guru juga perlu untuk membuat rubrik penilaian agar dapat menilai dengan obyektif hasil kerja siswa. Beberapa unsur yang bisa dimasukkan dalam penilaian adalah : 
  1. Originalitas. Anda harus menghargai usaha, ide dan kreativitas siswa. Setiap siswa unik dan tentu saja memiliki kemampuan yang berbeda. Apapun itu, asal mereka mampu menunjukkan karya sendiri, hal tersebut patut diapresiasi.
  2. Ketepatan waktu. Ini akan melatih disiplin, sesuatu yang penting untuk dunia kerja. 
  3. Kesesuaian materi. Sebagus apapun poster, unsur kesesuaian materi juga harus menjadi hal yang utama. 
  4. Kreativitas. Akan selalu ada kejutan dalam setiap proyek atau penugasan seperti ini. Anda sebagai guru akan menemukan banyak hal yang menarik dan tidak terduga dari siswa-siswa yang kreatif. Hargai dan apresiasi itu semua. 

Meminta Siswa Mempresentasikan Poster Sendiri

Tidak hanya berhenti pada membuat saja, siswa juga bisa diminta untuk mempresentasikan poster yang mereka buat. Ada beberapa hal yang sering dilupakan oleh para guru, yakni hanya meminta siswa menjelaskan tentang materi yang mereka jadikan gambar visual di karya mereka. Padahal ada beberapa hal lain juga yang bisa dieksplorasi, seperti : 

  1. Minta mereka untuk menyebutkan alasan memilih topik, judul ataupun tema yang mereka pilih.
  2. Minta mereka untuk mempresentasikan cara membuat poster yang sudah mereka buat.
  3. Ajak siswa untuk bangga dengan hasil karyanya. Mintalah siswa untuk menyebutkan keunggulan dan hal menarik dari poster mereka.
  4. Dorong mereka untuk menguraikan kisah-kisah menarik yang mungkin terjadi ketika sedang membuat tugas tersebut. Hal ini akan menjadi sekaligus sarana berbagi ide maupun perasaan. 
  5. Tugaskan mereka untuk mempresentasikan poster kepada teman lainnya. 
Mengenai meminta siswa untuk melakukan presentasi, Anda sebagai guru dan fasilitator pendidikan seharusnya : 
  1. Menjelaskan terlebih dahulu tata cara presentasi, bertanya dan menjawab. Ajarkan siswa untuk menalar dan hindarkan mereka dari debat kusir yang tidak berguna. 
  2. Ajarkan untuk menghargai setiap penyaji materi termasuk juga setiap karya yang ada. Biasakan untuk paling tidak bertepuk tangan. 
  3. Sebutkan hal-hal yang harus dijauhi saat presentasi, seperti sengaja menjatuhkan orang lain, menggunakan bahasa yang tidak sopan, bersikap acuh saat teman menjelaskan dan lainnya. Ini bisa menjadi kesempatan mengembangkan Kompetensi Inti 1 dan 2 atau ranah afektif. 
Untuk rubrik penilaian kerja proyek atau penugasan, Anda bisa menggunakan referensi di bawah ini : 
  • Kejelasan penyajian.
  • Efektivitas waktu.
  • Cara penyajian (mimik, alat peraga, volume, dll)
  • Cara menjawab pertanyaan.
Jangan lupa untuk selalu memuji dan mengulas hal-hal baik setelah selesai sisa mempresentasikan karya mereka. Selain itu evaluasi juga hal-hal yang perlu ditingkatkan. 

Meminta Siswa Mempresentasikan Poster Orang Lain

Hal ini juga unik dan mungkin jarang dilakukan, yakni meminta siswa untuk mempresentasikan karya teman mereka. Inilah aplikasi dari teknik pembelajaran think pair share. 

Berikut adalah sintaks yang bisa Anda sebagai guru lakukan : 

  1. Meminta siswa membuat poster secara individu atau kelompok.
  2. Membuat undian untuk menentukan siswa dan bahan presentasi.
  3. Siswa harus bertanya kepada pembuat poster tentang hal-hal yang ada di materi atau karya yang sudah mereka buat.
  4. Beri waktu siswa untuk saling berdiskusi. Ini adalah pengembangan metode pembelajaran Cooperative Learning. 
  5. Minta siswa untuk mempersiapkan diri melakukan presentasi.
  6. Ketika siswa presentasi, evaluasi dan nilai kinerja mereka. 
Secara garis besar, memberi kesempatan siswa untuk mengembangkan kepercayaan diri, skill problem solving dan team work. Itu semua merupakan keterampilan yang dibutuhkan dalam menyongsong 21st century of learning sekaligus penerapan dari pendekatan Cooperative Learning

Menganalisa Poster 

Selain presentasi, Anda juga bisa melakukan penugasan yang lain, semisal menganalisa poster. Sediakan poster yang sudah dipilih atau siswa bisa mencari sendiri. Kemudian ajarkan cara menganalisanya, mulai dari : 

  • Tema yang diangkat.
  • Hal yang menarik.
  • Tampilan (warna, font, grafis).
  • Pesan yang ditekankan.
  • Kesalahan yang mungkin ditemukan.
Setelah melakukan beberapa analisa di atas, Anda juga bisa meminta siswa untuk mengutarakan pendapat dan idenya, antara lain sebagai berikut : 
  • Pendapat siswa mengenai poster yang sudah dianalisa. Bisa dengan skala tertentu.
  • Hal yang perlu ditambahkan, diubah maupun dikurangi untuk membuat poster menjadi lebih baik. 
Ingat bahwa untuk menilai pendapat seseorang bukanlah perkara mudah, bahkan jika itu siswa Anda sendiri. Pilihlah model pembelajaran yang tepat untuk hal tersebut. Maka selalu tekankan untuk memuji dan memotivasi siswa agar lebih baik lagi dalam menyampaikan pendapat. 

Membuat Lomba Poster

Membuat kompetisi poster juga bukan ide yang buruk jika memang sumber daya dan waktu memungkinkan. Kompetisi akan membuat siswa untuk terangsang menampilkan yang terbaik. Ini juga merupakan salah satu perwujudan model pembelajaran active learning yang akan menstimulus mereka untuk aktif memaksimalkan potensi dan skill yang dimiliki. 

Kesimpulan

Media pembelajaran poster sangat cocok untuk membantu guru menyelenggarakan aktivitas belajar yang terkait numerik, literasi, karakter hingga kreativitas. Ini relevan dengan semangat persiapan asesmen kompetensi minimal dan peningkatan skill kreativitas, team work maupun problem solving. 

Demikianlah artikel sederhana dari Esai Edukasi tentang penggunaan media poster dalam pembelajaran di kelas. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat dan membantu Anda semua. Terima kasih sudah membaca.

Adi
Adi Penulis adalah seorang praktisi, inovator dan pemerhati pendidikan. Memiliki pengalaman terjun di dunia pendidikan sejak 2007. Aktif menulis di berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik. Blog yang sedang Anda baca adalah salah satu situs miliknya. Memiliki kerinduan untuk melihat generasi muda menjadi generasi pemenang yang siap menyongsong era Industri 4.0

Posting Komentar untuk "Cara Menggunakan Poster Sebagai Media Pembelajaran"

Berlangganan via Email