Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Perbedaan Hybrid Learning dan Blended Learning

Satu lagi istilah muncul, yakni hybrid learning? Apa lagi itu? Seperti apa fungsi dan penerapannya dalam pembelajaran sehari-hari di lapangan? Ini cukup membingungkan, terlebih sebelumnya publik sudah disuguhi dengan istilah lainnya yakni blended learning.

Memahami Hybrid dan Blended Learning

blended learning dan hybrid learning  - esaiedukasi.com
blended learning dan hybrid learning


Pembelajaran di sekolah sebagai sebuah sarana untuk mendidik siswa harus terus menerus mengalami perubahan. Hal ini wajar karena jamanpun juga berubah. Terlebih dalam kondisi seperti sekarang ini dimana semua hal bisa dikatakan tidak menentu. Jadi pendidikan harus bersifat dinamis.

Pembelajaran abad 21 menekankan pentingnya siswa dan juga guru serta orang tua semakin melek teknologi. Hal ini karena kita sudah memasuki era Revolusi Industri ke-4, dimana teknologi dan internet memainkan peranan yang sangat dominan dalam setiap sendi kehidupan.

Populer di Era Pandemi

Hybrid learning dan blended learning hadir sebagai sebuah jawaban atas berbagai kondisi yang ada, khususnya di era pandemi seperti sekarang ini.

Seperti diketahui, dunia sempat geger dengan adanya pandemi. Hubungan yang bersifat fisik harus diminimalisir sementara, termasuk juga pendidikan. Akhirnya hybrid dan atau blended learning menjadi solusi. Siswa dan guru masih bisa berinteraksi, namun menggunakan sarana internet, baik melalui Zoom Cloud Meeting ataupun sarana yang lainnya. 

Pendidikan Masa Depan

Namun bisa dikatakan bahwa baik hybrid maupun blended learning akan makin populer, bahkan andaikan paska pandemi nanti. Kenapa? Karena masyarakat atau setidaknya sebagian dari masyarakat sadar bahwa inilah sebuah inovasi yang membuat pembelajaran menjadi efektif.

Banyak daerah yang selama ini tidak terjamah oleh pendidikan karena medan yang sulit ataupun jarak yang terlampau jauh. Misal, anak-anak di daerah pedalaman yang harus berjalan berkilo-kilometer demi bisa sekolah. Dengan model pembelajaran terbaru ini, siswa maupun mahasiswa bisa makin fokus belajar tanpa perlu harus bersusah payah menghadiri suatu kelas fisik yang bisa saja sangat melelahkan dan mungkin juga berbahaya. (Baca artikel tentang Ketika Teknologi Menggantikan Perang Guru dan Sekolah).

Hybrid Learning Vs Blended Learning

Namun apa itu hybrid learning dan apa pula perbedaannya dengan blended learning. Hadirnya berbagai istilah tersebut sejatinya tidak boleh membatasi inovasi yang ada, misalnya hanya fokus pada satu metode pembelajaran saja. Guru dan sekolah harus melakukan segalanya agar ada peningkatan dalam memberikan layanan bagi siswa, entah itu menggunakan salah satu dari keduanya atau semuanya sekaligus.

Terkait pembelajaran dengan menggunakan teknologi, khususnya teknologi informasi dan internet, memang jamak jika kemudian muncul aneka istilah. Bahkan sebenarnya ada beberapa istilah lagi yang perlu diketahui, misalkan flipped learning model, remote learning dan online learning.

Pengertian Hybrid Learning

Hybrid learning adalah sebuah model atau metode pembelajaran dimana menggabungkan sistem pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran berbasis online. Proporsi yang digunakan adalah seimbang, yakni 50% dari keduanya. 

Pengertian Blended Learning

Blended learning adalah sebuah model atau metode pembelajaran dimana siswa dan guru menerapkan pembelajaran tatap muka dan sekaligus pembelajaran online berbasis e-learning, baik itu untuk penugasan, pengumpulan proyek ataupun penyampaian materi. Baca artikel mengenai definisi Blended Learning untuk mengetahui penjabaran lebih jauh tentang istilah ini. 

Perbedaan Hybrid Learning dan Blended Learning

Pada hybrid learning, guru mengajar dua dimensi sekaligus pada saat yang bersamaan, yakni daring dan luring. Jadi ada siswa yang datang ke sekolah / kelas untuk melakukan interaksi tatap muka sementara siswa yang lain tetap berada di rumah.

Kedua kelompok siswa tersebut sama-sama belajar dan guru juga mengajar keduanya. Jadi bisa dikatakan ini adalah sebuah kombinasi (mixed) antara e-learning dan traditional class dalam waktu yang bersamaan. 

Sedangkan dalam blended learning, siswa melakukan tatap muka dengan guru dan siswa lainnya dan di lain waktu guru memberikan penugasan atau materi secara online, entah itu melalui Google Forms, Quizziz ataupun tugas mengamati video pembelajaran dari Youtube

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut : 

  1. Guru mengajar di kelas di hadapan murid-muridnya. Setelah itu, guru memberikan penugasan berupa mengamati dan memberi komentar pada sebuah video yang nanti bisa diakses siswa melalui LMS yang sudah disiapkan. Sepulang sekolah atau di lain waktu, siswa mengamati video itu dan menuliskan pendapat mereka. Guru lalu memberikan feedback dan nilai. 
  2. Seorang guru mengajar siswa melalui video conference dan membagikan tautan artikel kepada siswa. Siswa diminta membacanya dengan cermat. Pertemuan selanjutnya, siswa dan guru sama-sama hadir di kelas dan membahas artikel tersebut.
  3. Pada suatu waktu, seorang pembicara memberikan materi kepada para pendengar. Ada dua kelompok pendengar, yakni yang hadir di depan pembicara dan yang mendengarkan paparan materi melalui Youtube streaming. Selesai sesi penjabaran materi, narasumber memberi kesempatan baik kepada hadirin yang hadir ataupun penonton di kanal tersebut untuk menyampaikan atau menuliskan pertanyaan mereka. 

Pada contoh kasus nomor 1 dan 2 merupakan aktivitas blended learning, dimana guru dan siswa sama-sama belajar menggunakan metode klasikal dan juga e-learning. Sedang pada contoh kasus nomor 3 adalah aktivitas yang menggunakan hybrid learning.

Kelebihan Hybrid Learning

Semua model, pendekatan ataupun strategi pembelajaran pasti memiliki kelebihan sehingga ada yang menggunakannya, tak terkecuali dengan hybrid learning.

Adapun keunggulan pembelajaran hybrid adalah : 

  • Siswa memiliki pilihan, antara mengikuti pembelajaran secara daring ataupun luring. Tentu hal ini hanya bisa didapatkan dari model pembelajaran hybrid seperti ini.
  • Adanya variasi dalam pembelajaran.
  • Siswa yang terkendala tidak bisa hadir di kelas tetap bisa mengikuti paparan materi dari rumahnya.
  • Sangat sesuai dengan aturan pembatasan kegiatan fisik dan interaksi sosial.

Kekurangan Hybrid Learning

Meski demikian, harus diakui ada berbagai kekurangan dan tangangan dalam melakukan hybrid learning. Beberapa diantaranya adalah : 

  • Perangkat pembelajaran yang digunakan harus bisa menjamin keberlangsungan proses pembelajaran secara seimbang. Jadi memang harus ada aneka peralatan yang bisa mendukung proses live streaming agar materi yang didapatkan siswa melalui online learning tetap berkualitas dan bermakna.
  • Guru terancam akan mengalami kelelahan karena pada dasarnya harus mengkondisikan pembelajaran agar bisa dimengerti oleh dua kelompok siswa sekaligus.
  • Perlu dipikirkan biaya dan ongkos yang harus dikeluarkan oleh sekolah maupun siswa untuk bisa menunjang keberlangsungan aktivitas ini.

Tentu akan masih banyak tantangan yang ditemui seiring berjalannya aktivitas ini. Namun pasti sekolah maupun pemerintah punya latar belakang yang kuat jika sudah memilih model seperti di atas. Termasuk juga mengantisipasi berbagai hal yang bisa saja timbul.

Pendidikan Bersifat Dinamis

Jadi bagaimana? Mau pilih hybrid learning atau blended learning? Apapun pilihannya, harus diperhatikan dan diingat selalu bahwa pendidikan bersifat dinamis. Jangan kaku atau tujuan dari pendidikan tidak akan pernah tercapai. 

Bisa saja paska pandemi, semua kembali seperti semula, yakni menggunakan tatap muka sepenuhnya. Siswa kembali ke sekolah dan bermain bersama dengan teman-temannya seperti sedia kala, seperti yang sudah semestinya.  Di saat yang sama guru juga melakukan langkah-langkah melakukan flipped classroom sehingga pembelajaran bisa menjadi lebih efektif. 

Atau sebaliknya, karena satu dan lain hal yang sangat darurat, maka pembelajaran menjadi murni PJJ, yakni berbasis e-learning. Semuanya itu bisa saja terjadi. Satu hal yang tidak boleh terjadi adalah berhenti untuk berinovasi. 

Referensi : 

Hybrid vs. Blended Learning: The Difference and Why It Matters - www.leadinglearning.com - diakses pada 1 Desember 2021.

Hybrid Learning vs Blended Learning. What Is The Difference? - oleh Simon Deignan - www.mentimeter.com - diakses pada 1 Desember 2021

Understanding the difference between hybrid learning and blended learning - oleh Lynie Wong- blog.polleverywhere.com - diakses pada 1 Desember 2021

Adi
Adi Penulis adalah seorang praktisi, inovator dan pemerhati pendidikan. Memiliki pengalaman terjun di dunia pendidikan sejak 2007. Aktif menulis di berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik. Blog yang sedang Anda baca adalah salah satu situs miliknya. Memiliki kerinduan untuk melihat generasi muda menjadi generasi pemenang yang siap menyongsong era Industri 4.0

Posting Komentar untuk "Perbedaan Hybrid Learning dan Blended Learning"