Mengenal Model Pembelajaran E-Learning

E-Learning Model Pembelajaran Masa Depan

Dunia pendidikan mengalami perkembangan yang begitu pesat selaras perubahan zaman dan kemajuan iptek. Salah satu yang bisa terlihat adalah munculnya banyak metode dan model pembelajaran terbaru.

Salah satu model pembelajaran yang cukup menyita banyak perhatian adalah e-learning. Seperti apa model pembelajaran yang dianggap sebagai perwujudan 21st century learning?  Apa saja kelebihan dan kekurangannya?

Untuk menjawab semua pertanyaan di atas, maka dalam kesempatan kali ini, Esai Edukasi sebagai blog pendidikan sahabat para guru dan orang tua akan mengulas lengkap perihal model pembelajaran e-learning.

Pengertian E-Learning 

Definisi e-learning
Mengenal E-learning

E-learning adalah sebuah model pembelajaran dimana siswa dan guru menggunakan bantuan internet dan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar.

Dalam model pembelajaran ini, siswa mempelajari materi yang didapat melalui website, blog, video, bahkan sosial media. Dalam perkembangannya, e-learning dipadukan dengan LMS atau Learning Management System yang membantu siswa untuk mendapatkan materi, berdiskusi dengan sesama murid lainnya, mengunggah hasil kerja dan saling mengomentari jawaban.

Ada beberapa karakteristik e-learning, antara lain :

1. Proses belajar bersifat mandiri, dimana siswa bisa mempelajari materi dimana saja dan kapan saja.

2. Penyampaian materi melalui teknologi internet, CD atau penyimpanan awan (cloud).

3. Penggunaan LMS sehingga siswa dapat langsung mengetahui progress dan nilai dari karya yang diunggah serta dapat saling mengomentari produk / karya masing-masing.

4. Sumber belajar adalah tidak terbatas karena menggunakan jaringan internet dan konten pembelajaran dapat berupa teks, foto, infografis, audio, hingga video.

Model pembelajaran e-learning sendiri juga sangat erat kaitannya dengan flipped classroom. Apabila Anda tertarik mempelajari lebih lanjut, silahkan baca 3 artikel kami yang lain dimana cukup banyak menuai respon dari insan pendidik lainnya :

-Sejarah Flipped Classroom.

-Menakar Kelebihan dan Kekurangan Metode Flipped Classroom. 

-Tutorial dan Panduang Menggunakan Metode Flipped Classroom.

Selain flipped classroom, hakikat dari e-learning adalah suatu terobosan untuk mengintegrasikan dunia kerja di masa depan dengan sistem pendidikan. Jangan sampai nantinya para lulusan tergagap-gagap dengan kemajuan teknologi yang makin hari makin pesat.


Kelebihan E-Learning



keunggulan e-learning


Model pembelajaran e-learning sangat digemari oleh masyarakat yang sudah maju dan akrab dengan teknologi. Hal ini karena mereka merasa proses belajar menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Hal itu memang merupakan salah satu tujuan dari e-learning, yakni adanya perubahan paradigma bahwa belajar tidak hanya di dalam ruangan kelas saja.

Beberapa kelebihan lain dari e-learning antara lain :

1. Siswa bisa belajar di mana saja.

2. Siswa bisa belajar kapan saja.

3. Internet memudahkan siswa untuk mengakses berbagai sumber pengetahuan.

4. Lebih ramah lingkungan karena paperless.

5. Tugas bisa diunduh dan diunggah dimanapun.

6. Siswa bisa saling melihat progress masing-masing.

7. Memungkinkan terjadinya diskusi dan saling memamerkan karya / proyek / produk.

8. Efisien karena di kelas guru hanya fokus pada hal yang tidak dimengerti siswa.

E-learning adalah sebuah model pembelajaran dimana siswa dan guru menggunakan bantuan internet dan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar.


Dampak Negatif E-Learning


kekurangan e-learning

Memang pada dasarnya ada banyak sekali kelebihan dari e-learning. Namun pertanyaannya, apakah kita sudah siap dengan model pembelajaran mandiri seperti itu?

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum latah dan kemudian secara ngawur mempraktikan e-learning demi gaya-gayaan dan agar terlihat keren. Beberapa dampak negatif dari e-learning antara lain :

1. Materi yang tidak disiapkan dengan baik akan membuat siswa bingung.

2. Siswa yang tidak terbiasa memiliki tanggung jawab akan menyepelekan waktu yang diberikan. Alih-alih mempelajari di rumah, bisa-bisa materi yang diunggah akan sia-sia karena tak pernah dilihat.

3. Guru harus paham bagaimana memoderatori sebuah subyek di LMS. Ini diperlukan sumber daya yang mumpuni bukan hanya yang bisa menyalakan komputer atau membuka facebook.

4. Penilaian harus terstandarisasi dan konsisten karena siswa akan dengan mudah melihat progress masing-masing. Guru yang terbiasa menilai secara subyektif akan terlihat belangnya.

5. Ini yang terpenting, fasilitas internet harus sudah bisa diakses dengan baik. Jika belum atau masih jelek akan lebih bijak untuk menggunakan model pembelajaran yang lain.



Itulah sekelumit bahasan mengenai e-learning beserta pengertian dan kelebihannya. Seperti yang sudah kita lihat, tidak ada satupun model pembelajaran yang bisa dikatakan tanpa cela. Melihat kondisi pendidikan di Indonesia, perlu adanya pembaharuan di sana-sini terlebih untuk mempersiapkan diri menyongsong era Industri 4.0, digitalisasi dan perdagangan bebas.

Post a Comment

0 Comments