Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Cara Menyusun Soal HOTS

Memahami Pengertian Higher Order Thinking Skill

Salah satu yang paling ditakutkan terjadi dalam dunia pendidikan adalah latah menggunakan istilah keren yang terdengar asing dan menarik namun tidak memahami esensi di balik itu semua. Contohnya terminologi HOTS atau Higher Order Thinking Skills. 

HOTS merupakan sebuah kemampuan untuk berpikir lebih tinggi. Dalam dunia pendidikan, siswa pada abad 21 ini diharapkan mampu menguasai kemampuan atau skills yang dibutuhkan untuk bisa menjadi manusia unggul berdaya saing tinggi dan tidak kalah dengan bangsa lain.

cara menyusun soal hots
soal HOTS


4 Skill Utama 

Sebelum melangkah lebih jauh ke membuat soal HOTS, para pendidik atau siapapun yang ingin membuat soal itu harus paham, skill apa saja yang dibutuhkan oleh siswa. Karena itulah tujuan dari HOTS tersebut. 

Berikut adalah beberapa skills yang dibutuhkan dalam menyongsong abad baru, yakni era teknologi, robot dan pengetahuan :

  • Problem Solving 
  • Communication 
  • Creativity
  • Colaboration

Jadi, soal-soal atau yang lebih luas lagi, pembelajaran di sekolah yang diselenggarakan oleh guru haruslah berusaha mengarahkan siswa untuk menguasai keempat keterampilan tadi. 

Berpikir Lebih Tinggi, Apa Maksudnya?

Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa tujuan dari HOTS adalah mengajak siswa untuk mampu menjadi insan yang mampu berkolaborasi dengan sesama, terampil dalam berkomunikasi, dapat memecahkan masalah dan senantiasa berjiwa kreatif. Semuanya itu berpangkal pada landasan yang dinamakan 'berpikir kritis' atau berpikir lebih tinggi (ingat frasa higher-order).

Nah, berarti harus ada komparasi yang jelas. Lebih tinggi dari apa? Tanpa memahami ini, seorang guru akan kesulitan menyusun soal atau strategi pembelajaran dengan tujuan awal, yaitu menyemaikan empat skill utama saat ini, seperti yang tertuang dalam teori pembelajaran abad 21 pada para siswa.

Alih-alih demikian, bisa jadi pendidikan hanya mengejar labeling sudah melaksanakan pembelajaran abad 21 karena telah menulis soal yang dianggapnya sendiri sudah sesuai HOTS.

Dikutip dari situs  Dataworks Educational Research, ada hal yang bisa dijadikan pertimbangan menarik, yaitu : 

Higher-order questions promote critical thinking skills because these types of questions expect students to apply, analyze, synthesize, and evaluate information instead of simply recalling facts. For instance, application questions require students to transfer knowledge learned in one context to another; analysis questions expect students to break the whole into component parts such as analyze mood, setting, characters, express opinions, make inferences, and draw conclusions; synthesis questions have students use old ideas to create new ones using information from a variety of sources; and evaluation questions require students to make judgments, explain reasons for judgments, compare and contrast information, and develop reasoning using evidence from the text.

Secara garis besar bisa dikatakan bila pertanyaan bertipe HOTS diharapkan bisa membuat siswa mampu melalukan hal berikut : 

  • Mentransfer pengetahuan yang sudah dipelajari dari satu konteks ke konteks yang lain.
  • Menganalisa permasalahan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mencari hubungan serta kesimpulan.
  • Menciptakan ide-ide baru yang segar dari pengetahuan dan pengalaman yang sudah dimiliki sebelumnya.
  • Mengevaluasi suatu permasalahan, termasuk mengkomparasikan informasi yang didapat dan dapat menunjukkan alasan atau argumen.

Kemudian, setelah memahami itu semua maka tahap selanjutnya adalah mulai merencanakan menyusun soal bertipe HOTS.

Baca juga : Ini dia cara belajar Bahasa Inggris yang tepat. 

Menyusun Soal HOTS

Pada dasarnya, apapun tipe soal, baik HOTS ataupun yang lainnya, haruslah sesuai dengan kaidah dasar yang baik, seperti : 

  1. Punya tujuan, jadi tidak asal menulis soal. Ada kompetensi yang harus dicapai.
  2. Sesuai dengan apa yang sudah dipelajari siswa. Memberi soal yang belum pernah diajarkan sama sekali jelas bukan sesuatu yang bijaksana.
  3. Terstruktur dan sistematis. 
  4. Punya kunci jawaban atau indikator yang jelas untuk menentukan bobot dan nilai soal.
  5. Bisa dipertanggung-jawabkan.
  6. Tidak menyinggung hal-hal yang personal, melanggar norma dan etika ataupun bersifat menggiring opini ke arah negatif.
  7. Ditulis dengan bahasa yang tepat dan bisa dipahami oleh mereka yang akan mengerjakannya.

Itulah setidaknya hal yang wajib diperhatikan dalam menulis soal. Jadi jangan anggap asal soalnya panjang itu berarti sudah HOTS. Belum tentu. Apalagi jika sebenarnya soal tersebut boros kalimat dan ide yang ada tidak sesuai dengan apa yang ditanyakan. 

HOTS dan Taksonomi Bloom

Taksonomi Bloom dan Soal Hots
taksonomi Bloom

Situs Innovative Teaching Ideas menulis beberapa kalimat yang bisa dijadikan pedoman dalam membuat soal-soal sesuai kaidah HOTS : 

According to Bloom’s, there are 6 levels of learning objectives: remember, understand, apply, analyze, evaluate, and create. The first 3 of these are considered to employ lower level thinking, while the last 3 are classified as higher order thinking. If we are composing questions for our students that challenge students at levels 4, 5, and 6 (analyze, evaluate, create), then our students will need to engage in higher order thinking to answer.

Jadi, lagi-lagi sebagai landasan untuk menyususun soal, maka daftar pertanyaan nantinya adalah untuk mengeksplorasi tiga tingkatan terakhir dari taksonomi Bloom, yaitu analisa, evaluasi dan kreasi.

Penyusunan Soal

Inilah tahap dalam menulis soal HOTS :

  1. Memilih KD atau tujuan. Soal harus mencakup pengetahuan yang ingin diujikan maupun topik yang sedang atau sudah dipelajari.
  2. Membuat kisi-kisi soal.
  3. Menentukan jumlah soal, bobot soal dan tipe soal (pilihan ganda, esai, soal cerita, dll).
  4. Mulai menyusun soal. Pastikan soal sesuai dengan karakter dari HOTS. Tulis juga stimulus yang akan membuat siswa berpikir ke ranah yang lebih tinggi.
Penjelasan lebih lanjut dapat dilihat dari Modul Penyusunan Soal HOTS Direktorat Pembinaan SMA. Direktorat Pembinaan Pendidikan Dasar dan Menengah. kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan. 2017.

Soal HOTS, dalam rangka memancing siswa menggunakan keterampilan berpikir kritisnya, setidaknya memiliki karakter tertentu. Inilah beberapa diantaranya : 

Memiliki stimulus. Stimulus ini bisa berupa keterangan beberapa paragraf, cuplikan artikel, infografis, gambar, maupun dialog. 

Mensyaratkan siswa untuk berpikir kritis. Soal HOTS kaya akan frasa-frasa seperti : apa menurutmu...., bagaimana bila....., bagaimana pendapatmu....., apa yang terjadi jika......, apa perbedaan antara ......, dan lainnya.

Bukan pertanyaan hafalan. Menghapal memang masih merupakan skill yang harus dimiliki. Meski demikian jangan jadikan hapalan sebagai sarana untuk untuk menjawab soal, terlebih dijadikan target capaian utama.

Beberapa Contoh High-Order Questions (HOQ)

Di bawah ini adalah beberapa template dari pertanyaan berbasis keterampilan tingkat tinggi atau yang bisa juga disebut High-Order Questions :

Bahasa Indonesia & IPA

A. [Disajikan sebuah potongan berita tentang banjir yang menimpa suatu daerah]

Pertanyaan : 

  1. Apa hubungan antara rusaknya lingkungan dengan bencana banjir?
  2. Bagaimana agar di masa depan, wilayah tersebut tidak kembali terjadi banjir?

B. [Disajikan sebuah infografis rantai makanan kompleks]

Pertanyaan : 

  1. Apa yang terjadi bila satu hewan punah?
  2. Apa tindakan yang bisa dilakukan oleh manusia agar tidak terjadi kepunahan terhadap salah satu spesies?

C. [Disajikan potongan cerita Si Kancil dan Buaya.]

Pertanyaan : 

  1. Bagaimana karakter dari Kancil?
  2. Apa pelajaran yang bisa dipetik dari cerita tersebut?

Matematika

A. Jarak antara Budi dan sekolah adalah 2.5 km. Budi berangkat menggunakan mobil bersama ayahnya. Kecepatan rata-rata mobil di jalan adalah 40-70 km/jam. Budi selalu berangkat pukul 6:30. Sekolah dimulai pukul 07:00. Apakah Budi sering terlambat?

B. Dua buah dadu di lempar bersamaan. Berapa kemungkinan mendapatkan kombinasi angka lebih dari 4?

Kesimpulan : 

Untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia menyongsong abad 21, diperlukan perubahan dalam bidang pendidikan. Penerapan soal HOTS adalah salah satu upaya untuk membekali para siswa agar mampu berpikir kritis dan menguasai 4 keterampilan utama yang dibutuhkan saat ini, yaitu : problem solving, collaboration, communication dan creativity. 

Untuk dapat menyusun soal HOTS dengan baik, maka terlebih dahulu harus dipahami pengertian, tujuan dan karakter dari keterampilan berpikir tingkat tinggi. 

Adi
Adi Penulis adalah seorang praktisi, inovator dan pemerhati pendidikan. Memiliki pengalaman terjun di dunia pendidikan sejak 2007. Aktif menulis di berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik. Blog yang sedang Anda baca adalah salah satu situs miliknya. Memiliki kerinduan untuk melihat generasi muda menjadi generasi pemenang yang siap menyongsong era Industri 4.0

Posting Komentar untuk "Cara Menyusun Soal HOTS"

Berlangganan via Email