Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Panduan Metode TPR Beserta Contoh Pembelajaran Online dan Offline

TPR atau yang dikenal dengan total physical response adalah salah satu metode penting dalam mengajarkan kosakata bahasa asing kepada para siswa. 

Sebenarnya bukan hanya digunakan sebagai metode mengajar bahasa Inggris saja, TPR juga bisa untuk membantu dalam mengajarkan bahasa asing lainnya, misal cara mengajarkan Bahasa Mandarin, bahasa Jawa, Bahasa Rusia, atau yang lainnya. Bahkan lebih dari itu, TPR juga bisa diterapkan untuk mengajar PJOK, menari maupun sains.  

Daftar Isi

Metode TPR

Total Physical Response
Total Physical Response


Pengertian TPR

Seperti diketahui, metode TPR dikembangkan oleh Profesor James Asher dari Universitas San Jose, California. Bagi Profesor Asher, anak sebagai peserta didik akan merespon sebuah perintah secara fisik sebelum melakukannya dengan verbal. Inilah inti dari TPR. 

Mengenai arti TPR, ada beberapa referensi yang bisa dijadikan acuan penting. Pertama, definisi TPR menurut Jack Richards dalam bukunya yang berjudul Approaches and Methods in Language Teachings yang ditulis bersama dengan Theodore Rodgers, yang menyebutkan bahwa metode TPR adalah sebuah metode pembelajaran bahasa yang berbasis pada koordinasi perintah (command), ucapan (speech) dan gerak (action) serta aktivitas fisik (motorik). 

Definisi TPR lainnya datang dari Diane Larsen-Freeman dalam bukunya yang berjudul Technique and Principles in Language Teaching, yang ia tulis bersama Marti Anderson. Di situ, Diane menulis bahwa TPR sebagai comprehension approach, yakni sebuah pendekatan pembelajaran yang mengutamakan pemahaman / memahami perintah.

Jadi inti dari TPR adalah pemberian perintah, instruksi atau narasi yang dipadukan dengan gerakan fisik untuk memancing pemahaman siswa melalui respon fisik atau verbal terhadap bahasa baru. 

Kelebihan dan Kekurangan TPR

Ada banyak sekali artikel yang membahas tentang metode ini, termasuk kelebihan dan kekurangan serta manfaat metode TPR. Di sini kami akan menuliskan kembali beberapa untuk Anda. Meski demikian, silahkan mempraktikan terlebih dahulu agar benar-benar memahami keunggulan dan kelemahan total physical response sebagai contoh metode pembelajaran di sekolah.

Keunggulan TPR 

Sebagai metode pengajaran bahasa, TPR memiliki beberapa keunggulan yang luar biasa, antara lain : 

  • Sangat efektif dalam mengajarkan kosakata yang sama sekali baru.
  • Dengan variasi tertentu, TPR dapat menciptakan fun learning yang tentu akan meningkatkan motivasi siswa dalam menguasai bahasa asing.

Kelemahan TPR 

Meski demikian, ada beberapa kekurangan TPR, yakni :

  • Sangat terbatas pada pengajaran kosakata atau frase.
  • TPR cenderung untuk pembelajar dasar atau pemula.
  • Jika tidak ada variasi, maka siswa akan cenderung bosan.

Penerapan TPR dalam Kegiatan Belajar Mengajar

Lantas seperti apa aplikasi dan contoh penerapan TPR dalam PBM? Tentu saja pertanyaan seperti ini wajar dan justru di sinilah bagian terpentingnya.

Dalam kesempatan ini, esaiedukasi.com akan berbagi aktivitas pembelajaran berbasis metode TPR. Semoga bermanfaat untuk Anda semua.

Simon Says

Teknik pembelajaran menggunakan Simon says sudah sangat terkenal di dunia pendidikan dan rasa-rasanya setiap guru pernah melakukannya. Simon says sendiri adalah contoh penerapan dari TPR. 

Simon says dapat berfungsi sebagai games yang menyenangkan sehingga mampu meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Di samping itu, teknik ini juga cocok sebagai instrumen penilaian, yakni ketepatan siswa dalam merespon informasi yang diberikan. Guru bisa memasukkannya sebagai penilaian KI 3 ataupun KI 4. 

Dalam pembelajaran bahasa asing dan bahasa Indonesia, Simon Says bisa digunakan untuk menunjukkan tingkat pemahaman siswa tentang kosakata yang sedang dibahas, semisal clothes, part of body, ataupun things at school.

Dalam games atau metode Simon Says, siswa hanya melakukan apa yang diperintahkan guru, namun tidak diperkenankan berbicara. 

Sebagai contoh : 

  • Guru meminta siswa berdiri. 
  • Guru memberi instruksi, "Simon Says put your pen on your head." Seluruh siswa mengikuti.
  • Ketika guru memberi perintah tetapi tanpa frasa Simon Says, siswa tidak boleh melakukan.
  • Siswa yang gagal melakukan sesuai aturan akan diberi hukuman. 

Dalam mata pelajaran lainnya, Simon says juga bisa digunakan sebagai sarana pengajaran yang menarik serta efektif. Berikut adalah contoh penerapan Simons Says dalam mapel sains, olahraga, ataupun PKN.

1. Sains (topik : batuan)

Tujuan : Siswa memahami bentuk dan ciri-ciri berbagai jenis batuan beku, sedimen dan endapan dengan tepat.

Alat dan Bahan : aneka jenis batuan.

Prosedur :  Guru memberikan berbagai jenis batuan di atas meja. Guru kemudian memanggil salah satu siswa. Lalu guru berkata, "pegang batu marmer", dan seterusnya. 

2. Olahraga (topik : bagian tubuh)

Tujuan : Siswa memahami letak dan jenis-jenis tulang dalam tubuh manusia. 

Alat dan Bahan : replika kerangka manusia.

Prosedur : Guru memberikan replika tengkorak. Guru kemudian memanggil salah satu siswa. Lalu guru berkata, "pegang tulang kering", dan seterusnya. 

3. Biologi (topik : tumbuhan)

Tujuan : Siswa memahami perbedaan aneka tumbuhan berdasarkan cara perkembanbiakan, bentuk daun, keberadaan biji, tempat hidup, dll. 

Alat dan Bahan : berbagai jenis daun.

Prosedur : guru memberikan berbagai jenis daun di atas meja. Guru kemudian memanggil salah satu siswa. Lalu guru berkata, "ambil daun dari tumbuhan monokotil", dan seterusnya. 

Mime 

Mime atau miming adalah teknik yang biasa digunakan untuk mengajarkan kosakata atau kalimat pendek kepada para siswa.

Sebagai contoh penerapan TPR, mime cukup efektif untuk menghadirkan kegiatan yang menyenangkan bagi siswa. Lantas bagaimana prosedur pelaksanaannya? Ternyata mirip dengan Simon Says, yakni : 

  1. Guru memanggil dua orang siswa.
  2. Siswa pertama diberi sebuah kalimat di kertas, misalnya "Saya sedang memasak".
  3. Siswa tersebut harus membuat gerakan (mimik/mime) yang sesuai dengan kalimat tersebut.
  4. Siswa lainnya mencoba menebak apa kalimat yang dimaksud. 

Anda bisa memodifikasi kegiatan ini, misalkan dengan mengharuskan siswa yang menebak untuk melakukannya dengan menuliskan di papan tulis. Atau dengan meminta lebih dari dua siswa untuk menebak. Siswa dengan tebakan benar akan mendapatkan nilai.

Selain kegiatan individu, siswa juga bisa melakukan aktivitas ini secara berkelompok. Satu orang akan menjadi master mime, sedang kelompok-kelompok akan mencoba untuk menebak. 

Story-telling

Bercerita atau story-telling juga merupakan salah satu contoh aplikasi TPR dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Untuk hal ini, memang lebih cocok diterapkan dalam pelajaran kebahasaan. 

Dalam kegiatan kali ini, guru mengajarkan kosakata baru dengan bercerita. Sambil bercerita cobalah untuk melakukan gerakan-gerakan atau memasang mimik wajah yang sesuai dengan maksud / kosakata yang ada. 

Singing

Bernyanyi juga merupakan salah satu contoh aktivitas TPR dalam belajar. Beberapa lagu yang riang dan bertujuan untuk mengajarkan kosakata tertentu bisa dilagukan dengan juga melakukan tarian, act out, ataupun role play. Beberapa lagu yang bisa dicoba sambil memakai gerakan antara lain :

  • Old McDonald.
  • If you happy and you know it clap your hands.
  • Head, shoulders, knees and toes.
  • 1,2,3,4,5 jump.

Contoh TPR dalam Pembelajaran Online

Lalu bagaimana menerapkan TPR dalam pembelajaran online dimana tidak terjadi interaksi antara guru dan murid atau murid dengan murid kecuali menggunakan internet atau e-learning? Berikut beberapa ide dari Esai Edukasi yang mungkin bisa Anda lakukan : 

Simon Says

  1. Siswa dan guru sudah terhubung dalam jaringan melalui Google Meet atau Zoom.
  2. Guru menyebutkan sebuah perintah, Simon Says.
  3. Siswa dengan video menyala melakukan perintah tersebut.
  4. Siswa yang salah akan diberi hukuman bersifat menyenangkan dan pembinaan.

Mime

  1. Guru dan siswa terhubung dengan jaringan internet.
  2. Guru melakukan act-out, siswa menebak apa kata yang dimaksud dengan cara langsung menjawab atau menulis di kolom komentar.
  3. Siswa dengan jawaban paling cepat dan benar akan jadi pemenang.

Listen and Colour

  1. Guru sudah mengirimkan sebuah file berisi gambar tanpa warna untuk dicetak siswa.
  2. Guru ketika sedang terhubung dalam jaringan menceritakan warna-warna yang harus digunakan untuk mewarnai gambar tersebut.
  3. Siswa mendengarkan lalu mewarnai sesuai perintah.
  4. Hasil kerja siswa kemudian diupload di Google Classroom, LMS atau Paddlet.
Look and Guess!
  1. Guru dan siswa membahas daftar kosakata baru.
  2. Guru meminta salah satu siswa untuk melakukan act-out melalui pesan pribadi.
  3. Guru meminta siswa lainnya menebak arti dari gerakan yang dilakukan siswa tadi. 

Kesimpulan Metode TPR Sangat Baik

Contoh Aktivitas yang menggunakan metode TPR
CONTOH TPR

TPR atau total physical response sangat menarik untuk diaplikasikan ke dalam pembelajaran. Sebuah sebuah metode, TPR memiliki keunggulan dan kelemahan yang tentu saja harus dipertimbangkan.

Meski pada awalnya didesain untuk pembelajaran tatap muka, TPR juga bisa dikembangkan ke dalam pembelajaran on-line. 

Silahkan eksplorasi lebih lanjut artikel-artikel lain untuk informasi terkait metode dan model pembelajaran lainnya. Terima kasih sudah membaca. 

Adi
Adi Penulis adalah seorang praktisi, inovator dan pemerhati pendidikan. Memiliki pengalaman terjun di dunia pendidikan sejak 2007. Aktif menulis di berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik. Blog yang sedang Anda baca adalah salah satu situs miliknya. Memiliki kerinduan untuk melihat generasi muda menjadi generasi pemenang yang siap menyongsong era Industri 4.0

Posting Komentar untuk "Panduan Metode TPR Beserta Contoh Pembelajaran Online dan Offline"

Berlangganan via Email