13 Kebiasan Buruk Seorang Guru Yang Harus Anda Hindari

Esai Edukasi - Guru adalah suatu pekerjaan mulia. Banyak orang menyebut guru sebagai sosok yang digugu dan ditiru, artinya harus memberi suri tauladan yang baik.

Tetapi ada lacur, di lapangan, banyak fakta kurang sedap berkaitan dengan profesi guru.

Dalam artikel kali ini, Esai Edukasi akan membahas 13 kebiasaan buruk para guru yang sering ditemui di lapangan. Dengan tulisan ini kami berharap setidaknya dapat meninspirasi korps pendidik untuk berbuat lebih baik lagi.

13 Kebiasan Buruk Seorang Guru Yang Harus Anda Hindari / esaedukasi.com
13 Kebiasaan Buruk Guru

Lalu apa saja 13 kebiasaan buruk guru yang harus dihindari? Berikut ulasannya :

#1 Sering telat.

Guru yang sering telat akan menjadi preseden buruk. Selain memberi contoh yang tidak baik. wibawa sang guru di benak siswa juga sedang dipertaruhkan.

Biasakan untuk tidak telat masuk kerja atau telat masuk kelas. Hal ini akan membuat siswa Anda tidak menghormati Anda.

Di sisi mana Anda berdiri? Apapun itu, yang terbaik adalah melihat undang-undang. Adakah undang-undang memperbolehkan menampar, mencubit, menempeleng, atau menghajar siswa karena telat, nakal, merokok, berpakaian seronok, dll? Jika ada maka tindakan guru harus dibela dan dibenarkan.


Bayangkan jika Anda atau sekolah harus menghukum siswa yang telat apapun alasannya, sedang di sisi lain harus membiarkan Anda dengan sejuta alibi.

Untuk itu, jangan sepelekan yang satu ini. Jangan terlambat.

#2 Suka marah tidak jelas.

Guru harus cerdas, baik dalam segi disiplin ilmu yang diampu, cara mengajarkannya pada para murid juga dalam berperilaku. Guru yang tidak cerdas dalam mengontrol emosi akan membuat siswa ketakutan dan pembelajaranpun tidak akan berjalan baik.

guru suka marah / esai edukasi
Guru suka marah tidak jelas

Sekarang bukan jamannya lagi guru dinosaur (baca artikel : Pendidikan 4.0), yakni guru jadul yang hobi marah. Terlebih jika marahnya tidak jelas.

#3 Kasar dan menyerang secara fisik.

Ada dua pendapat saling bertentangan ketika muncul kasus kekerasan dengan tersangka adalah guru dan korban adalah siswa.

Pendapat yang satu mengatakan adalah wajar guru main tangan, melakukan hukuman fisik atau 'sedikit memberikan hadiah' pada siswa yang nakal. Hal ini demi masa depan siswa.

Ada juga pendapat yang menentangnya habis-habisan karena berpendapat berbuat kasar bukannlah ciri khas guru yang baik.

Di sisi mana Anda berdiri? Apapun itu, yang terbaik adalah melihat undang-undang. Adakah undang-undang memperbolehkan menampar, mencubit, menempeleng, atau menghajar siswa karena telat, nakal, merokok, berpakaian seronok, dll? Jika ada maka tindakan guru harus dibela dan dibenarkan.

Jika tidak, maka itu adalah pelanggaran dan guru secara sadar harus mengakui kekhilafannya lalu kemudian bertanggung jawab.

Apapun itu, andaikan Anda memberi PR, berilah dengan bijak. Jangan terlalu banyak dan terlalu sulit. Selain itu setiap PR wajib dibahas. Hargai usaha murid Anda. 

Dengan semakin banyaknya referensi dan teori modern, maka guru juga harus memperbaharui diri. Jika dulu tindakan semacam itu dibiarkan karena tidak ada (yang berani mengekspos) ke publik, maka sekarang harus dihindari.

#4 Rasis / SARA / Tendensius.

Setiap murid berhak mendapat ilmu dan pengajaran yang sama baiknya, entah mereka berasal dari latar belakang  agama, kepercayaan, status sosial atau lingkungan apapun.

Jangan pernah menghina murid Anda karena ia memeluk agama yang berbeda dengan Anda, berasal dari lingkungan dengan pilihan politik tertentu atau merupakan anak dari golongan ekonomi lemah.

Sekali Anda melakukannya, seumur hidup Anda adalah monster yang akan selalu diingat oleh anak tersebut. Dan biasanya anak tersebut akan menceritakan pada anak dan cucunya kelak bahwa ia pernah dilecehkan dan dihina oleh gurunya sendiri, yaitu Anda.

Tentu Anda tidak ingin hal itu terjadi, bukan? Mengajarlah dengan adil dan tanpa tebang pilih. Tunjukkan Anda adalah guru bagi semua murid Anda. Lindungi mereka semua dan berikan rasa aman.

#5 Suka memberi PR namun tak pernah dibahas.

Ada banyak sekolah yang melarang keras para guru memberi PR. Apakah ini bijak? Apakah ini merupakan hal yang tepat. (Baca artikel : Guru Dilarang Memberi PR) 

Namun adapula sekolah yang masih menerapkan PR sebagai salah satu sarana pengajaran. Apa pendapat Anda?

Apapun itu, andaikan Anda memberi PR, berilah dengan bijak. Jangan terlalu banyak dan terlalu sulit. Selain itu setiap PR wajib dibahas. Hargai usaha murid Anda.

#6 Tidak pernah menyiapkan materi dengan baik.

Haruslah seorang guru menyiapkan materi dengan baik. Hal ini berkaitan dengan pemilihan metode, sarana mengajar dan penugasan. Jika Anda tidak pernah menyiapkan materi dengan baik dan hanya mengandalkan pengalaman, Anda akan mengajar dengan buruk. Dan parahnya Anda tidak menyadarinya?

Sekali Anda melakukannya, seumur hidup Anda adalah monster yang akan selalu diingat oleh anak tersebut. Dan biasanya anak tersebut akan menceritakan pada anak dan cucunya kelak bahwa ia pernah dilecehkan dan dihina oleh gurunya sendiri, yaitu Anda.

Mengapa? Karena dalam pikiran Anda, cara mengajar Anda sudah tepat. Pengalaman Anda menjadi salah satu batu sandungan Anda menjadi guru yang baik.

Persiapkan semua dengan benar. Sediakan waktu yang cukup untuk menyiapkan materi. Walau kita semua tahu, beban administrasi dan tetek bengeknya dari seorang guru kadang jauh lebih besar dari tugas utamanya : mendidik.

#7 Cara mengajar yang buruk.

Ini memang suatu dilema. Kadang kita sudah merasa memberikan segalanya, namun pembelajaran tetap saja gagal. Banyak anak yang nilainya jeblok, tidak memahami materi atau unit pembelajaran tertentu tidak tersampaikan karena waktu habis.

Rajin-rajinlah mengikuti perkembangan dunia pendidikan terkini. Asah dan kembangkan terus kemampuan mengajar Anda, salah satunya dengan mengikuti blog Esai Edukasi.

#8 Bermain handphone / bersosmed saat mengajar.

Sering melihat rekan guru asyik membuka facebook, menonton youtube dan stalking Instagram ketika mengajar di kelas? Atau Anda juga melakukannya.

13 Kebiasan Buruk Seorang Guru Yang Harus Anda Hindari / esaedukasi.com
Menggunakan Hp di kelas


Jangan pernah lakukan hal ini. Siswa Anda akan menganggap Anda tidak konsisten lagi. Lebih buruk lagi, mereka tidak akan menghormati Anda dan sistem pendidikan kita.

#9 Merokok di sekolah.

Jangan pernah merokok di sekolah. Anda bisa merokok di rumah atau dimanapun. Tetapi menghisap sigaret Anda di sekolah adalah ide yang buruk.

#10 Suka bergosip di depan kelas.

Usahakan untuk tidak bergunjing dengan sesama guru di hadapan murid Anda. Atau setidaknya jika Anda tidak bisa menghilangkan kebiasaan bergosip Anda, lakukan itu di ruang guru.

Jangan sampai rahasia penting Anda atau institusi Anda diketahui orang yang belum berhak mengetahuinya. Anda juga nanti yang rugi, bukan?

(baca artikel : Gosip dan Indikator Manusia Gagal) 

#11 Terlibat affair dengan sesama guru, murid, atau orang tua.

Hal ini sangat berbahaya. Taruhannya bukan hanya karir atau harga diri, tetapi berhadapan dengan hukum.

Ada banyak kasus seorang guru wanita yang tak tahan dan akhirnya berkencan dengan murid lelakinya lalu melahirkan anak. Walau hal itu lebih sering terjadi di luar negeri, namun tetap saja Anda harus mewaspadainya.

affair guru dan murid
Guru wanita dan siswa lelaki


Terlebih kasus guru pria yang akhirnya dipenjara karena menghamili muridnya sendiri. Semua hal ini sangat tidak pantas.

Juga tentang berkencan dengan wali murid. Walau dari pandangan hukum, hal ini dimungkinkan karena anda sama-sama dewasa, namun tetaplah bijak dan jaga martabat Anda.

#12 Pakaian tidak rapi.

Tidak perlu mewah, tetapi rapi. Gunakan standar umum tata cara berpakian yang rapi dari seorang guru. Tidak perlu aneh-aneh. Siswa Anda memperhatikan Anda 6 hari seminggu.

#13 Suka mengeluh.

Gaji Anda sedikit? Anda tidak puas dengan kepemimpinan kepala sekolah? Tugas dari pengawas, MGMP dan KKG terlalu tidak masuk akal buat Anda?

Ya, Anda boleh mengeluh! Tetapi jangan sekali-kali mengeluh di depan siswa. Mereka merekam semuanya dalam benak mereka.


Sebaliknya, jadilah guru yang baik. Guru yang mampu memberi tauladan bukan hanya dengan kata-kata, melainkan juga tindakan.

Beri mereka inspirasi melalui laku dan tindak tanduk Anda. Cinta mereka dengan tulus. Siswa dan orang tua akan menghormati Anda tanpa Anda minta.

guru yang menginspirasi siswa / esaiedukasi.com
Guru yang menginspirasi


Demikian artikel dari kami tentang 13 kebiasaan buruk yang harus Anda hindari sebagai seorang guru. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda. Baca juga artikel mengenai Kenapa Anda Harus Menjadi Guru Yang Baik untuk anak-anak Anda. 

Post a Comment

0 Comments