Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Strategi Mengajar Ekspositori

Strategi pembelajaran ekspositori. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai seorang pengajar, guru bisa memilih mana strategi yang paling cocok untuk diterapkan.

Pemilihan jenis strategi pembelajaran ini berkaitan dengan banyak hal, misal kondisi siswa dan kedalaman materi. Azas yang dipakai adalah azas efektivitas.

Dari berbagai strategi pembelajaran yang ada, ekspositori terbilang sebagai salah satu yang paling umum dan mudah untuk dilakukan.

Daftar Isi:

A. Pengertian Strategi Mengajar Ekspositori

Strategi Pembelajaran Ekspositori
Strategi Pembelajaran Ekspositori

Strategi pembelajaran ekspositori adalah suatu strategi dimana guru mengajar siswa secara langsung dalam bentuk verbal berupa penyampaian konsep, teori, penjelasan topik atau materi dengan tujuan agar siswa dalam menerima isi pembelajaran secara optimal.

Jadi dalam strategi ini peserta didik tidak dituntut untuk menemukan konsep atau jawaban atas sebuah pertanyaan melainkan menerimanya langsung dari guru.

Seperti sudah diulas di atas, strategi ini berlandaskan atas asas efektivitas, sehingga alokasi waktu yang dibutuhkan jauh lebih singkat daripada jika siswa harus bereksperimen, berdiskusi ataupun melakukan pencarian atas masalah dari topik yang diberikan. 

Dalam pembelajaran berbasis ekspositori, guru sebagai pendidik dan penyampai materi sudah menyiapkan apa saja yang perlu dibahas. Cara penyampaian bisa berupa bercerita, menguraikan konsep, menjelaskan hal baru ataupun memberikan gambaran secara detail. 

Baca juga pengertian umum dan macam-macam strategi pembelajaran

B. Prinsip Umum Strategi Ekspositori

Ada empat prinsip umum yang dipakai dalam pembelajaran berbasis strategi mengajar ekspositori. Ini s Keempatnya adalah sebagai berikut: 

1. Prinsip Tujuan

Harus diakui meski bentuknya sangat sederhana, namun strategi dan pendekatan ini tetap harus memiliki tujuan yang jelas. 

Guru sebagai penyampai materi harus benar-benar jeli dan disiplin dalam menetapkan tujuan akhir dari pembelajaran dan berupaya untuk tidak memperlebar pembahasan ke arah yang tidak perlu.

Penetapan tujuan harus berada di awal kegiatan dan ada baiknya siswa juga diberitahu apa goal dari aktivitas belajar ini. 

2. Prinsip Komunikasi

Dalam menyampaikan materi, guru harus benar-benar bisa menjelaskan sejelas-jelasnya. Prinsip komunikasi yang jelas, terarah, tidak ambigu, dan runtut merupakan hal yang senantiasa harus dipegang. 

Beberapa hal yang harus dipikirkan atau dipertimbangkan terkait prinsip komunikasi yang baik dalam kaitannya dengan penyampaian materi adalah:

  • Intonasi
  • Volume suara
  • Kecepatan berbicara
  • Mimik
  • Gerakan tubuh
  • Penampilan
  • Pandangan mata

3. Prinsip Kesiapan

Kesiapan siswa adalah juga hal yang penting dalam proses belajar. Tanpa adanya kesiapan yang baik, maka penyampaian materi juga tidak akan mencapai hasil yang optimal.

Untuk itu, guru perlu setidaknya: 

  • Memberikan motivasi belajar yang baik agar siswa mampu siap menerima materi.
  • Memetakan beban dan kedalaman materi agar siswa mendapatkan pembelajaran sesuai porsi yang tepat.
  • Mempersiapkan materi dengan baik, termasuk juga rencana pembelajaran. 

4. Prinsip Keberlanjutan

Meski pada dasarnya materi yang disiapkan oleh guru bisa dikatakan sudah sangat matang dan hanya tinggal diberikan kepada siswa, namun guru sebagai fasilitator pendidikan juga harus mengusahakan agar pembelajaran ini mengacu pada prinsip keberlanjutan.

Prinsip keberlanjutan adalah suatu prinsip dimana siswa diharapkan memiliki passion atau kesadaran untuk melakukan pendalaman materi dan pengembangan wawasan terkait topik yang ada dengan sumber lainnya di luar sekolah. 

Baca juga ulasan mengenai SPBM atau Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah

C> Kelebihan Strategi Ekspositori

Apa kelebihan dari strategi mengajar ekspositori? Berikut adalah beberapa kelebihan strategi ekspositori: 

  1. Efektif
  2. Murah 
  3. Cenderung mudah
  4. Materi bisa tersampaikan dengan baik tanpa harus mendiskusikan (pleno) dengan siswa.
  5. Terhindar dari perbedaan persepsi
  6. Bisa digunakan dalam kelas dengan jumlah siswa besar ataupun kecil
  7. Persiapan cenderung lebih mudah

D. Kekurangan Strategi Ekspositori

Tidak ada satupun pendekatan, metode atau strategi pembelajaran yang sempurna, termasuk dengan ekspositori.

Lantas, apa saja kekurangan dari strategi mengajar ekspositori? Berikut ini adalah kekurangan dari strategi pembelajaran berbasis ekspositori: 

  1. Membosankan
  2. Kelas menjadi kaku
  3. Melelahkan bagi guru jika tidak ada persiapan dengan baik
  4. Keberhasilan strategi sangat bergantung pada cara penyampaian guru
  5. Kurang mengayomi perbedaan gaya belajar siswa yang tentu saja beragam satu dengan lainnya. 

E. Karakteristik Strategi Ekspositori

  1. Bersifat langsung.
  2. Bersifat teacher-centered.
  3. Penyampaian materi dilakukan oleh guru dan siswa berperan sebagai penerima materi.
  4. Lugas.
  5. Efektif.
  6. Kurang terdapat banyak variasi. 

F. Implementasi Strategi Pembelajaran Ekspositori

Bagaimana cara menerapkan strategi ekspositori dalam pembelajaran? Prosedur dalam strategi mengajar ekspositori terbagi ke dalam beberapa tahapan, yakni:

1. Persiapan. Guru menyiapkan materi dengan baik, runtut, terarah, jelas dan sistematis. Siswa juga harus disiapkan untuk mampu menerima pembelajaran.

2. Penyajian materi. Meteri disajikan secara satu arah dimana guru berperan sebagai pendidik, penyampai materi dan sumber belajar. Prinsip komunikasi yang baik dan efektif harus benar-benar diterapkan agar penyampaian materi bisa optimal dan sesuai kerangka yang ada dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. 

3. Korelasi. Guru dalam tahap ini mengajak siswa untuk menghubungkan topik yang sudah dipelajari dengan kehidupan nyata. 

4. Kesimpulan. Langkah ini berupa menarik kesimpulan dari penjelasan yang sudah diberikan oleh guru sehingga siswa memiliki perspektif yang tepat. 

5. Aplikasi. Dalam tahap ini guru meminta siswa untuk mengaplikasikan pembelajaran yang sudah diterima. Bentuknya bermacam-macam, bisa berupa penugasan, merangkum materi, membuat peta konsep atau menjawab soal yang sudah disediakan. 

Itulah ulasan tentang pengertian, prosedur, kelebihan, kelemahan dan karakter strategi mengajar ekspositori. Baca juga artikel lainnya yang membahas tentang strategi mengajar berbasis trading place atau pertukaran pengalaman.  

Guritno Adi
Guritno Adi Penulis adalah seorang praktisi, inovator dan pemerhati pendidikan. Memiliki pengalaman terjun di dunia pendidikan sejak 2007. Aktif menulis di berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik. Blog yang sedang Anda baca adalah salah satu situs miliknya. Memiliki kerinduan untuk melihat generasi muda menjadi generasi pemenang yang siap menyongsong era Industri 4.0

Posting Komentar untuk "Strategi Mengajar Ekspositori"