Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Metode Pembelajaran Bermain Peran

Dalam metode pembelajaran drama atau bermain peran, peserta didik tidak hanya menampilkan hasil pembelajaran yang mereka dapatkan, tetapi juga segenap potensi lainnya yang mungkin selama ini kurang terlihat.

Seperti diketahui, ada berbagai macam metode pembelajaran. Salah satu yang cukup menantang untuk dipilih adalah metode pembelajaran role play atau drama.

Apa itu metode pembelajaran bermain peran? Apa saja kelebihan dan kekurangannya? Bagaimana melakukannya dalam aktivitas belajar mengajar di kelas?

Metode Pembelajaran Drama

Drama sebagai metode pembelajaran
Metode Pembelajaran Bermain Peran

Metode pembelajaran drama adalah salah satu metode untuk mengajar yang digunakan oleh guru dalam melangsungkan proses belajar dengan menggunakan drama sebagai sarana dan media utamanya.

Sejatinya dalam drama, peserta didik harus berperan aktif dalam menunjukkan kebolehannya memainkan peran sesuai denagn tugas yang sudah diberikan.

Drama juga bisa memberikan ruang untuk bisa menggali potensi lain dari peserta didik yang bahkan tidak ada hubungannya dengan role play ataupun materi ajar. Justru di sinilah hakikat dari merdeka belajar tersebut.

Tujuan Metode Pembelajaran Drama

Apa tujuan metode roleplay? Secara umum metode pengajaran berbasis drama memiliki beberapa tujuan penggunaan: 

1. Drama sebagai metode penyampaian materi ajar.

Sebagai sebuah metode pengajaran, maka drama dapat dipandang sebagai sarana untuk menyampaikan materi di dalam kelas.

Tujuan metode drama yang pertama adalah sebagai metode menyampaikan pelajaran. Ada banyak cara untuk menyampaikan materi, misal dengan menyampaikannya dalam bentuk ceramah atau melalui penugasan tertentu. Sama seperti contoh tersebut, tujuan metode bermain peran adalah sebagai usaha yang dipilih oleh guru dalam menyampaikan, menjelaskan maupun menerangkan suatu topik / materi kepada siswa. 

2. Drama sebagai sarana memotivasi siswa untuk mempelajari materi atau topik yang diberikan.

Motivasi belajar siswa adalah salah satu faktor yang menentukan dalam hal keberhasilan pembelajaran, khususnya meningkatkan daya tangkap materi oleh peserta didik.

Bagaimana dengan drama? Drama juga adalah salah satu opsi yang cukup baik untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Terlebih siswa yang sudah bosen dengan penyampaian topik secara ceramah atau menulis.

Drama akan menjadi tugas yang menantang untuk siswa sehingga mereka berpotensi menjadi lebih bersemangat dalam belajar. Itulah salah satu tujuan metode drama.

3. Drama mendorong siswa untuk meningkatkan skill komunikasi.

Salah satu tujuan metode drama lainnya adalah sebagai stimulus untuk siswa agar makin mahir dalam berkomunikasi, baik dengan sesama maupun guru.

Role play adalah suatu bentuk karya seni yang sarat dengan dialog yang tentunya ini akan meningkatkan active skills mereka, khususnya dalam pembelajaran bahasa, seperti Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. 

4. Drama menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

Di masa kini, fun learning adalah kunci dari keberhasilan pembelajaran. Dengan belajar secara menyenangkan, siswa akan terhindar dari stigma bahwa mempelajari topik tertentu adalah suatu beban. 

Dengan drama, maka siswa akan turut ambil bagian secara aktif di kelas. Tentu muara dari hal ini adalah kesempatan menghadirkan pembelajaran menyenangkan. 

5. Drama menggali potensi siswa selain aspek akademis.

Penggunaan role play dalam kegiatan belajar juga bisa dipandang sebagai upaya menggali potensi siswa. Dalam pembelajaran berdiferensiasi, hal ini adalah suatu cita-cita yang harus diwujudkan.

Dengan metode drama, siswa bisa saja kemudian menyadari bahwa mereka punya berbagai potensi, misal di bidang menulis naskah, memerankan peran hingga mengatur jalannya acara.

Itulah sebagian tujuan metode drama. Hindari menggunakan metode drama hanya demi memenuhi tuntutan kurikulum semata. 

Baca juga langkah melakukan metode pembelajaran drama.

Kelebihan Metode Pembelajaran Bermain Peran

Apabila suatu metode terus digunakan digunakan dan dikembangkan, berarti pasti memiliki keunggulan. Para pendidik di seluruh dunia sudah merasakan kelebihan metode drama ini. 

Kelebihan drama sebagai sebuah metode ajar antara lain: 

  • Membantu siswa mengahayati dan memahami pembelajaran karena mereka ikut terlibat di dalamnya secara aktif sebagai subyek pembelajaran.
  • Memotivasi siswa untuk mempelajari lebih dalam materi ajar yang sedang dipelajari.
  • Membantu siswa yang selama ini diam ketika diberi materi untuk lebih aktif lagi.
  • Membantu siswa untuk menjadi insan yang produktif. 
  • Meningkatkan kemampuan komunikasi dan team work peserta didik. 

Kekurangan Metode Pembelajaran Bermain Peran

Meski demikian tak ada gading yang tak retak. Ada banyak pula kekurangan dari metode ini, antara lain: 

  • Tanpa persiapan yang benar, bisa jadi jalannya drama hanya asal-asalan atau cenderung kacau, keluar dari tujuan yang diharapkan.
  • Membutuhkan persiapan yang lebih rumit.
  • Membutuhkan waktu yang panjang.
  • Tidak bisa berjalan dengan baik jika guru tidak mampu memotivasi siswa dengan tepat.

Itulah metode pembelajaran berbasis drama yang bisa menjadi salah satu opsi untuk guru dalam melangsungkan kegiatan belajar mengajar di kelas. 

Adi
Adi Penulis adalah seorang praktisi, inovator dan pemerhati pendidikan. Memiliki pengalaman terjun di dunia pendidikan sejak 2007. Aktif menulis di berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik. Blog yang sedang Anda baca adalah salah satu situs miliknya. Memiliki kerinduan untuk melihat generasi muda menjadi generasi pemenang yang siap menyongsong era Industri 4.0

Posting Komentar untuk "Metode Pembelajaran Bermain Peran"