Display Ad

Perbedaan Behaviorisme dan Kognitif

Apa perbedaan antara teori belajar behaviorisme dengan teori belajar kognitif? Manakah yang paling baik untuk diterapkan dewasa ini dalam pembelajaran?

Pada dasarnya teori belajar yang ada memiliki fokus pembahasan utama di satu bidang yang mungkin berbeda dengan teori yang lainnya. Meskipun demikian, masing-masing tetap pada satu jalur besar yang sama, yakni menjelaskan apa itu belajar dan bagaimana proses pembelajaran yang efektif.

Seperti diketahui ada 5 teori belajar yang paling populer di kenal saat ini, yakni : 

  1. Behavioristik
  2. Kognitif
  3. Konstruktif
  4. Humanistik 
  5. Pembelajaran Abad 21

Behaviorisme Vs Kognitif

Dua yang pertama sering dipertentangkan untuk kemudian dicari poin-poin pembedanya. Memang hal ini wajar karena pada dasarnya baik behaviorisme maupun kognitivisme memang menjelaskan keadaan ideal yang membuat pembelajaran berlangsung. 

Pada dasarnya teori belajar behaviorisme berprinsip mengenai adanya stimulus yang kemudian menghasilkan respon. Respon inilah yang kemudian menjadi acuan dari berhasil tidaknya proses pembelajaran. 

Perlu diingat juga ada berbagai macam stimulus. Guru harus memberikan stimulus yang tepat untuk kemudian menilai respon dari siswa, apakah sudah seperti yang diharapkan. 

Pemberian stimulus ini bisa berupa : 

  • Pembiasaan
  • Reward
  • Punishment
  • Saran
  • Perintah
  • Petunjuk
  • Arahan
  • Pertanyaan 

Sedangkan dalam teori kognitif, pembahasan utama terletak pada bagaimana siswa mengolah informasi yang diberikan, baik oleh guru maupun sumber belajar lainnya . 

Dalam kognitivisme dikenal istilah free discovery learning yang menekankan pemberian kesempatan pada siswa untuk menemukan konsep dan formula sendiri.

Jadi dalam konsep kognitif, penekanan adalah bagaimana guru menyusun strategi dan pendekatan pembelajaran yang pas yang mempertimbangkan antara lain : 

  • Usia
  • Tahapan pembelajaran 
  • Tingkap pemahaman
  • Penguasaan pada materi sebelumnya
  • Keterkaitan pada materi sebelumnya
  • Kesulitan dan pemetaan materi

Seringkali untuk menjelaskan konsep kognitif, otak manusia diandaikan sebagai sebuah komputer yang mempunya processor di dalamnya, dimana ia mampu mengolah input untuk memproduksi output.

behaviorisme vs kognitif
behaviorisme vs kognitif

Perbedaan Behaviorisme dan Kognitif

Lalu bagaimana kesimpulannya? Seperti apa perbedaan behaviorisme dan kognitif? Sejauh mana perbedaan-perbedaan itu ada?

Jadi perbedaan behavioristik dan kognitif secara lebih lanjut adalah terletak pada hal-hal berikut : 

Perbedaan Behaviorisme Kognitif
Tipe Teacher-centered Student-centered
Fokus Pembahasan  Berfokus pada pemberian stimulus dan analisa respon berfokus pada analisa kerja otak dalam menerima informasi baru
Pencapaian Hasil Belajar Hasil belajar adalah respon dari stimulus Hasil belajar adalah bentuk pengolahan informasi yang diterima peserta didik
Pembelajaran yang Cocok Drilling, klasikal, seminar, workshop, dll. Inkuiri, Discovery learning, mnemonic, pembelajaran berbasis media ajar.

Manakah yang Terbaik, Behavioristik atau Kognitif?

Pertanyaan di atas bisa jadi akan melahirkan sederetan opini yang berupa pendapat obyektif. Namun ada baiknya melihat dua mazhab pendidikan tersebut sebagai konsep-konsep yang saling melengkapi. Karena pada dasarnya masing-masing memiliki kelebihan maupun kekurangan. 

Guritno Adi
Guritno Adi Penulis adalah seorang pengajar dan fasilitator pendidikan yang sudah mengajar sejak 2007. Lulus dari S-1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, penulis juga tertarik pada banyak tema selain edukasi, seperti teknologi, psikologi, sastra dan social media. Di tengah kesibukan mengajar penulis juga masih menyempatkan waktu menulis di blog ini, esaiedukasi.com dan beberapa media lainnya. Sering mengikuti banyak pelatihan, workshop maupun seminar lintas disiplin ilmu, penulis percaya bahwa keterampilan dan wawasan harus terus dipelajari. Salah satu cita-cita terbesarnya adalah melihat Indonesia Emas yang diisi para generasi pemenang.

Posting Komentar untuk "Perbedaan Behaviorisme dan Kognitif"