Display Ad

Berencana Wisata Edukasi ke Museum Ambarawa? Baca Dulu Sejarahnya Disini

Setiap orang tentu memiliki alat transportasi favorit mulai dari mobil, motor, sepeda, pesawat, hingga kereta api. Dari beberapa pilihan tentunya banyak orang yang menyukai mobil dan juga motor, sedangkan yang menyukai pesawat atau kereta api bisa dikatakan tidak sebanyak mobil dan motor. Padahal dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak orang yang memanfaatkan transportasi kereta untuk akomodasi setiap hari. 

Hal ini bisa dilihat dari selalu ramainya kereta commuter line yang ada di setiap kota terutama rute yang menghubungkan Jabodetabek. Jadi wajar saja jika ada orang yang menyukai alat transportasi karena sehari-hari selalu naik kereta untuk bisa sampai ke tujuan. Bahkan di Semarang terdapat sebuah museum yang bernama Ambarawa merupakan sebuah museum kereta api yang sudah ada sejak lama.

Museum Ambarawa ini adalah museum kereta api pertama yang ada di Indonesia sehingga bagi yang ingin tahu lebih dalam tentang perkeretaapian maka bisa datang ke sini. Museum ini sudah ada sejak zaman penjajahan sehingga banyak menyimpan sejarah. Penasaran dengan sejarah dari Museum Ambarawa? berikut ini akan diberikan informasi lengkapnya.

Museum Ambarawa - sumber KAI

Sejarah Museum Ambarawa

Dulunya, museum ini merupakan stasiun kereta aktif yang diberinama Stasiun Willem I dibangun oleh sebuah perusahaan swasta asal Belanda yaitu NISM yang diresmikan tepatnya tanggal 21 Mei 1873. Setelah terjadinya Perang Diponegoro, tempat ini juga dijadikan sebagai pangkalan militer milik Pemerintah Hindia Belanda. Apalagi dengan lokasinya yang termasuk strategis karena ada di tengah-tengah kota Semarang, Yogyakarta, dan Surakarta. Dengan adanya stasiun ini, maka bisa memperlancar mobilisasi militer yang berasal dari Semarang menuju Benteng Willem I.

Benteng Willem merupakan sebuah benteng besar yang dibangun mulai dari tahun 1835 sampai 1848. Nama benteng ini diambil dari Raja Willem I karena proses pembangunan dilakukan pada masa pemerintahan Raja Willem I dari tahun 1772 sampai 1843. Sesuai dengan nama benteng, maka nama stasiun juga memiliki nama yang sama yaitu Stasiun Willem I. Pembangunan stasiun ini menjadi syarat yang harus bisa dipenuhi oleh NISM agar bisa memperoleh izin pembangunan jalur kereta api dari Semarang hingga Vorstenlanden. NISM juga wajib membangun jalur sepanjang 37 kilometer dari Kedungjati ke Ambarawa untuk tujuan mobilisasi militer.

Perkembangan Stasiun Ambarawa

Selain sejarah tentang Stasiun Ambarawa, ternyata masih ada lagi sejarah perkembangan stasiun hingga menjadi museum seperti sekarang ini. Bagi yang penasaran ingin tahu perkembangan dari stasiun menjadi museum Ambarawa maka bisa langsung datang ke museum karena ada banyak wawasan yang akan diperoleh pengunjung. Lokasinya yang strategis membuat warga Ibukota juga tertarik untuk datang ke museum ini menggunakan travel bus Jakarta Semarang murah yang tiketnya didapat dari aplikasi Pegipegi. Bagi yang ingin melakukan pemesanan dari Jakarta ke Semarang atau menuju daerah lainnya maka bisa cari info Pegi-pegi, platform terbaik untuk perjalanan Anda. 

Guritno Adi
Guritno Adi Penulis adalah seorang pengajar dan fasilitator pendidikan yang sudah mengajar sejak 2007. Lulus dari S-1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, penulis juga tertarik pada banyak tema selain edukasi, seperti teknologi, psikologi, sastra dan social media. Di tengah kesibukan mengajar penulis juga masih menyempatkan waktu menulis di blog ini, esaiedukasi.com dan beberapa media lainnya. Sering mengikuti banyak pelatihan, workshop maupun seminar lintas disiplin ilmu, penulis percaya bahwa keterampilan dan wawasan harus terus dipelajari. Salah satu cita-cita terbesarnya adalah melihat Indonesia Emas yang diisi para generasi pemenang.

Posting Komentar untuk "Berencana Wisata Edukasi ke Museum Ambarawa? Baca Dulu Sejarahnya Disini"