Cara Membuat Makalah Dengan Benar untuk Mahasiswa, Pelajar dan Umum

Bagaimana cara membuat makalah dengan benar? Apakah tahapan dan prosesnya begitu rumit? Dalam artikel kali ini, Esai Edukasi akan berbagi artikel mengenai cara membuat makalah disertai dengan tahapan-tahapannya dari awal hingga publikasi.

cara menyusun makalah - esaiedukasi.com
Menyusun Makalah

Artikel ini kami susun sedemikian rupa dengan tujuan untuk membantu Anda lebih memahami apa itu makalah dan bagaimana cara menyusunnya sesuai dengan kaidah yang benar dan panduan yang ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional Indonesia.

Tidak hanya untuk pelajar sekolah menengah dan mahasiswa, siapapun Anda bisa juga mempelajari artikel ini karena pada dasarnya semakin banyak institusi yang mensyaratkan makalah, baik untuk kenaikan pangkat, angka kredit, riset, hingga kompetisi ilmiah.

Daftar Pembahasan

1. Definisi Makalah

    1.1 KBBI

    1.2 Menurut BSN

    1.3 Menurut W.J.S Poerwadarminta

    1.4 Menurut Tanjung & Ardial

2. Jenis-jenis Makalah

    2.1 Makalah Deduktif

    2.2 Makalah Induktif

    2.3 Makalah Campuran

3. Cara Menyusun Makalah

    3.1 Struktur Makalah

    3.2 Riset / Penulisan

    3.3 Publikasi


1. Definisi Makalah

Sebelum kita melangkah lebih jauh, mari kita awali dengan definisi dan pengertian dari makalah. Ada cukup banyak penjelasan mengenai arti dari makalah dna kami sudah merangkum beberapa diantaranya.

1.1 Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

Menurut KBBI, makalah memiliki dua arti. Pertama adalah tulisan resmi tentang suatu pokok yang dimaksudkan untuk dibacakan di muka umum di suatu persidangan dan yang sering disusun untuk diterbitkan. Arti kedua makalah adalah karya tulis pelajar atau mahasiswa sebagai laporan hasil pelaksanaan tugas sekolah atau perguruan tinggi.

1.2 Menurut BSN

Definisi lainnya berasal dari Badan Standarisasi Nasional (BSN) yang menetapkan bahwa sebuah karya tulis disebut makalah jika memenuhi beberapa syarat berikut; makalah adalah pemikiran sendiri, belum pernah dipublikasikan, mengandung unsur kekinian dan bersifat ilmiah.

1.3 Poerwadarminta

Ahli bahasa dan sastra, W.J.S Poerwadarminta juga memiliki definisi makalah, yaitu sebagai uraian tertulis yang membahas suatu masalah tertentu yang dikemukakan untuk mendapat pembahasan lebih lanjut.

1.4 Tanjung dan Ardial

Tanjung dan Ardial juga mengartikan makalah adalah karya tulis yang memuat pemikiran tentang suatu masalah atau topik tertentu yang ditulis secara sistematis dan disertai analisis yang logis dan objektif.

2. Jenis-jenis Makalah

Ada berbagai jenis makalah berdasarkan karakter dan tujuan penyusunannya. Fauzy Ahmad menggolongkan makalah menjadi 3 macam, yaitu :

2.1. Makalah Deduktif 

Makalah deduktif yaitu sebuah makalah yang berdasarkan pada kajian teoritis dan relevan dengan permasalahan yang sedang dibahas.

2.2. Makalah Induktif

Berikutnya yaitu makalah induktif. Makalah ini merupakan suatu makalah yang ditulis berdasarkan data yang empiris dan bersifat objektif berdasar pada apa yang diperoleh dari lapangan. Namun makalah ini tetap relevan sesuai dengan pembahasan.

2.3. Makalah Campuran 

Makalah jenis ini disusun sesuai kajian toritis dan juga data empiris. Maksudnya, makalah campuran ini merupakan penggabungan dari makalah deduktif dan juga makalah induktif.

Makalah campuran itu sendiri masih dibagi menjadi 6 bagian. Berikut adalah pembagian makalah campuran.

Makalah tanggapan. Bisa dikatakan ini adalah suatu karya tulis yang bersifat review atau menanggapi sebuah karya tulis lainnya. Biasanya makalah jenis ini yang paling sering dibuat oleh mahasiswa.

Makalah ilmiah. Ini adalah hasil dari sebuah tindakan penelitian yang bersifat ilmiah dan memiliki karakter obyektif, artinya tidak memberi ruang bagi penulis untuk mengungkapkan pendapat pribadinya.

Makalah kerja. Mirip dengan makalah ilmiah, dimana untuk menyusunya diperlukan sebuah riset. Namun di karya ini penulis masih leluasa untuk menyampaikan argumennya.

Makalah kajian. isi dari makalah ini biasanya sebagai sarana pemecahan suatu masalah yang bersifat kontroversial.

Makalah posisi. Makalah posisi sering digunakan untuk karya tulis yang disusun atas permintaan suatu pihak. Fungi makalah jenis ini yaitu untuk alternatif pemecahan suatu masalah yang sedang kontroversial. Untuk prosedur pembahasan dan penulisannya dilakukan dilakukan secara ilmiah

Makalah analisis. Untuk menyusunnya diperlukan sebuah aktivitas analisa yang cermat. Adapun karakter dari makalah ini adalah obyektif dan empiris.

3. Cara Menyusun Makalah

Sekarang saatnya kita membahas cara penyusunan makalah dengan benar melalui kaidah yang berlaku. Pertama Anda harus memahami struktur atau bagian-bagian makalah dan fungsinya.

3.1 Struktur Makalah 

Di bagian ini kita akan membahas struktur dari sebuah makalah yang mana terbagi atas berbagai elemen penyusunnya. Apa saja itu?

1. Cover

Cover/Sampul makalah memuat judul makalah serta nama penulis, logo lembaga/institusi, tempat dan tahun terbit.

Judul makalah haruslah ditulis sedemikian rupa sehingga tidak terlalu panjang dan jelas. Jangan bertele-tele dalam memilih judul namun tulis apa inti dari pembahasan makalah Anda.

Lengkli juga nama penulis dan institusi tempat Anda mempersembahkan makalah tersebut. Untuk tahun terbit adalah tahun selesainya makalah ditulis dan dipublikasikan, bukan pada saat mulai disusun.

2. Abstrak

Abstrak merupakan ringkasan atau bahasan pokok dari makalah. Uraikan secara singkat topik, tujuan penelitian, metode penelitian, hipotesis, serta kesimpulan.

Perlu diketahui abstrak ditulis dalam dua bahasa atau dua versi, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Penggunaan Bahasa Inggris karena itu adalah bahasa internasional dan biasanya Anda harus menggunakannya jika ingin mempublikasikan di jurnal luar negeri.

Jika Anda ingin menerbitkan makalah Anda pada skala internasional, maka Anda harus meletakkan abstract pada halaman utama atau halaman awal sebelum abstrak dalam Indonesia. Penulisan abstrak menyesuaikan tujuan dan sasaran Anda membuat makalah Anda tersebut.

Di dalam abstrak, Anda juga harus menentukan keywords atau kata kunci yang menjadi pokok bahasan utama. Jumlah kata kunci bervariasi antara 3 - 5 kata saja.

3. Daftar Isi

Elemen selanjutnya adalah daftar isi. Perhatikan penggunaan struktur penomoran halaman yang tepat, mulai dari i,ii,iii, dst hingga lampiran.

4. Kata Pengantar

Kata Pengantar juga wajib dibuat. Di sini Anda bisa menerangkan secara singkat diri Anda, latar belakang penulisan makalah hingga ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang sudah membantu penulisan makalah.

5. Pendahuluan

Merupakan pintu masuk bagi Anda untuk menjelaskan perihal gambaran dari makalah yang sudah Anda tulis kepada para pembaca.

6. Latar Belakang

Jelaskan apa latar belakang yang membuat Anda tertarik untuk mendalami topik yang Anda tulis di makalah ini.

7. Rumusan Masalah

Poin ini berguna untuk memandu Anda atau pembaca mengerti batasan-batasan dari pembahasan Anda di dalam makalah yang disusun. Usahakan untuk menjelaskan dengan jelas dan terperinci supaya tidak ada multitafsir.

8. Tujuan Pembahasan

Apa tujuan dari pembahasan atau makalah ini? Anda bisa melihat dan mengkorelasikan dengan poin ke 6 dan 7, yakni latar belakang dan rumusan masalah.

9. Isi

Poin ini merupakan inti dari makalah. Di sini uraikan sejelas-jelasnya apa yang ingin dibahas beserta solusi, ide, opsi, pemikiran, dan lain-lain yang Anda tawarkan atau temukan dari aktivitas penelitian.

10. Kesimpulan

Biasanya tidak lebih dari satu halaman, namun bisa juga menjadi begitu panjang. Di sini tulis kesimpulan atau intisari dari penelitian yang sudah dilakukan.

11. Penutup

Anda bisa melengkapi makalah dengan suatu penutup. Di sini biasanya penulis menulis harapan akan kelanjutan dari penelitian yang ia dalami.

12. Daftar Pustaka

Daftar Pustaka mencakup berbagai buku, karya tulis, kutipan, jurnal, web, blog, hingga hasil wawancara yang digunakan sebagai referensi penulisan makalah. Perhatikan dengan benar standard penulisan daftar pustaka dengan benar.

13. Lampiran

Ada beberapa makalah yang memiliki lampiran ada yang tidak. Di sini Anda bisa melampirkan dokumentasi berupa foto, surat-surat hingga draft tertentu yang berkaitan dengan makalah.

3.2 Mulai Riset / Menyusun Makalah

Ada beberapa hal penting yang harus Anda lakukan dalam tahap ini. Ini berkaitan dengan jangka waktu, detail aktivitas, dan bahkan biaya.

Buat jadwal yang rinci. Tentukan kapan harus mulai menulis bagian-bagian awal, menemui narasumber hingga mengedit.

Pertimbangkan biaya. Tidak hanya masalah mencetak, Anda akan butuh biaya untuk perjalanan, akomodasi hingga uang lelah untuk pihak yang akan membantu Anda.

Siapkan laptop, media penyimpanan dan internet. Tulis semua yang Anda butuhkan. Buat folder yang khusus mengenai hal-hal yang berbeda dari aktivitas penelitian Anda dan jangan pernah menghapusnya. Lebih baik simpan di media penyimpanan berbeda. Beri nama dan tanggal dengan baik dan tepat.

Anda mungkin butuh partner atau pembimbing. Pastikan mereka benar-benar menguasai topik yang Anda dalami atau setidaknya bisa membantu Anda menyelesaikan masalah dalam makalah tersebut.

3.3 Publikasi

Sebelum melakukan publikasi, Anda harus pastikan tidak ada kesalahan apapun. Kesalahan kecil semacam salah ketik, gambar yang buruk atau diksi yang tidak tepat akan mempersulit diri Anda sendiri ketika karya sudah dipublikasikan.

Ada baiknya menyewa saja seorang editor profesional. Bahkan ketika Anda melakukannya, tetaplah pastikan semua benar sebelum menyerahkan makalah untuk dipublikasikan.

Demikianlah tahapan-tahapan dalam menyusun makalah dengan benar. Semoga panduan sederhana ini bermanfaat untuk Anda.

0 Response to "Cara Membuat Makalah Dengan Benar untuk Mahasiswa, Pelajar dan Umum"

Post a comment

Artikel Terbaru

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel