Apa Itu Esai?

Apa itu esai? Mengapa sangat penting untuk memahami pengertian dan jenis-jenis esai? Apa perbedaan antara esai dan artikel? Kali ini Esai Edukasi  akan membahasnya tuntas untuk Anda. 
menulis esay / apa itu esay? / www.esaiedukasi.com
Menulis Esai / www.esaiedukasi.com
Ada banyak sekali definisi tentang apa itu esai. Pada dasarnya esai berasal dari kata 'essay' dalam bahasa Inggris. Di artikel ini kita tidak hanya akan membahas tentang pengertian esai tetapi juga banyak hal yang berkaitan dengannya. 

 1. Pengertian Esai
            1.1 Definisi Esai
            1.2 Tujuan Esai
            1.3 Karakteristik Esai
            1.4 Esai Vs Artikel 
2. Jenis-Jenis Esai
            2.1 Berdasarkan Topik
            2.2 Berdasarkan Tujuan
            2.3 Berdasarkan Bentuk
            2.4 Berbagai Jenis Esai Lainnya
3. Sejarah dan Perkembangan Esai
            3.1 Asal Kata
            3.2 Montaigne
            3.3 Era Pencerahan
            3.4 Era Modern


1. Pengertian Esai

1.1 Definisi Esai

Apa itu esai? Ada banyak sekali definisi dan pengertian esai. Beberapa definisi esai tersebut diantaranya : 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
Esai adalah sebuah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang penulisnya. 

Menurut Wikipedia
Esai adalah tulisan yang menggambarkan opini penulis tentang subyek tertentu.

Selain dari dua definisi di atas, tentu masih ada banyak definisi lainnya. Namun secara garis besar, sebuah esai dapat didefinisikan sebagai :

Suatu karangan dalam bentuk tertulis yang pada dasarnya berisi suatu paparan dari penulis berdasarkan sudut pandangnya dalam menyikapi suatu permasalahan atau dalam upaya untuk menjelaskan sesuatu. 




1.2 Tujuan Esai


Sebuah esai dapat memiliki beragam tujuan. Adapun tujuan-tujuan tersebut antara lain :

1. Sebagai persyaratan untuk memenuhi suatu tugas dari sebuah instansi.

2. Sebagai sarana mengungkapkan pokok pikiran kepada khalayak ramai.

3. Sarana untuk menjelaskan sesuatu secara lebih terperinci (namun tetap subyektif).

4. Sarana persuasif penulis kepada orang lain.

5. Sebagai sarana mengkritik suatu fenomena/kebijakan.

6. Sarana menjawab kritik dari orang lain (dalam lingkup akademis).

7. Sebuah upaya mendeskripsikan konsep/karakter/ide secara lebih terperinci.

8. Dan lain-lain.  

1.3 Karakteristik Esai

Seperti sebuah karangan atau karya tulis lainnya, esai juga mempunya karakteristiknya sendiri. Sayangnya tidak ada bentuk yang baku mengenai karakteristik sebuah esai. Walau begitu ada kaidah-kaidah umum yang bisa kita gunakan untuk membedakan esai dengan karya tulis lainnya.

Tidak terlalu panjang, karena pada dasarnya hanya berisi satu pokok pikiran atau gagasann utama walaupun memiliki berbagai gagasan pendukung.

Berisi pendapat atau gagasan dari penulis. Walau terkadang hal itu dibuat seolah-olah merupakan sebuah fakta atau kebenaran umum.

Memiliki gaya bahasa yang khas tergantung dari gaya penulisan dari si penulis esai.

Memiliki struktur yang khas. Biasanya terdiri dari pembukaan-isi-penutup, dengan sebuah atau lebih dari satu thesis/pendapat utama yang diulang-ulang dan disokong dengan berbagai alasan pendukung. 

1.4 Esai Vs Artikel

Apakah ada perbedaan antara artikel dan esai?

Sebenarnya ini adalah pertanyaan yang sangat sulit. Hal ini disebabkan bahwa dari sudut pandang tertentu, esai atau artikel adalah dua istilah yang sama-sama merujuk pada suatu karya tulis.

Ada anggapan bahwa esai adalah bagian dari artikel atau juga sebaliknya.

Namun ada pula yang mencoba untuk menjelaskan perbedaan antara esai dan artikel, antara lain sebagai berikut;

Artikel dapat didefinisikan sebagai sebuah karya tulis yang memaparkan suatu informasi tanpa tendensi tertentu, sedangkan esai tidak mungkin lepas dari sudut pandang penulisnya.

Artikel pada umumnya menggunakan bahasa baku dan ilmiah, sedangkan esai sebaliknya. Bahasanya bisa mengalir dan cerkas.




2. Jenis-Jenis Esai

Sebuah Esai dapat dikategorikan dalam beberapa jenis. Kategori tersebut antara lain dibuat berdasarkan topik, tujuan dan bentuk esai. Berikut adalah penjelasannya. 

2.1 Berdasarkan Topik

Berdasarkan topik, esai dapat dibedakan menjadi bermacam-macam. Ada esai politik yang membahas mengenai pandangan, ide, masalah, kritik atau konsep dari penulis ditinjau dari sudut pandang politik. Selain itu ada pula esai di bidang ekonomi, seni, budaya, agama, pendidikan, dll. 

2.2 Berdasarkan Tujuan

Selain berdasarkan topik, jenis-jenis esai juga bisa dibedakan berdasrkan tujuan dari pembuatan esai. Namun dalam kondisi tertentu, pengkategorian ini bisa cenderung bias. Ada sebuah esai yang mungkin bisa diklasifikasikan ke dalam lebih dari satu jenis kategori. 

Berikut adalah jenis-jenis esai berdasarkan tujuan yang diambil dari situs time4writing : 

Esai Naratif : Esai naratif adalah sebuah jenis esai dimana penulis bertujuan untuk menghadirkan sebuah pengalaman yang pernah dialaminya kepada pembaca. Ide dan konsep yang ingin disajikan oleh penulis dihadirkan melalui sebuah paparan dalam bentuk kisah (storytelling). 

Dalam esai jenis ini, penulis seringkali menuliskan cuplikan-cuplikan pengalaman yang pernah dialaminya sebagai sarana untuk menyampaikan ide. Bisa juga penulis menghadirkan cerita ini untuk memperkuat ide dan gagasannya.

Ada juga tipe esai naratif dimana hanya bertujuan untuk menyajikan cerita pribadi dari penulis tanpa ada suatu tujuan untuk mempengaruhi pembaca dengan gagasan-gagasannya. 

Esai Deskriptif 
: Penulis menggunakan esai berjenis deskriptif untuk menjelaskan atau mendeskripsikan secara detail tentang seseorang, sesuatu, atau momen tertentu kepada pembaca. Esai deskriptif bisa jadi sangat mirip dengan esai naratif karena penulis terkadang menggunakan pengalamannya dalam mengamati, mengalami atau merasakan sesuatu. Hanya saja fokus daripada esai deskriptif adalah sebuah deskripsi yang detail dan jelas. 

Esai Ekspositori : Esai jenis ekspositori adalah sebuah esai yang bertujuan untuk menjelaskan dan mendefinisikan suatu permasalahan secara lebih komprehensif, netral, bahkan ilmiah.

Penulis pada dasarnya tidak menghadirkan sudut pandang tertentu, tetapi murni berusaha untuk mendefenisikan apa adanya dan menampilkan suatu permasalahan secara gamblang. 

Dalam esai ini, penulis sebaiknya menampilkan juga data dan fakta dari berbagai atau beberapa penelitian yang relevan dan sahih.

Isu yang berkaitan dengan esai ekspositori adalah, apakah benar esai jenis ini benar-benar bebas dari sudut pandang penulisnya?

Tentu saja tidak. Selama ia berbentuk esai, maka secara umum ia ditulis tetap berdasarkan asumsi dan sudut pandang tertentu, dalam hal ini sang penulis. 

Esai Persuasif : Esai persuasif sebenarnya masih memiliki beberapa kesamaan tertentu, baik dengan esai ekspositori, deskriptif maupun naratif. 

Pada dasarnya esai persuasif bertujuan untuk mempersuasi atau mengarahkan pembaca agar menyetujui ide-ide yang terkandung di dalamnya. Content writer bidang marketing dan politik adalah yang paling sering membuat esai jenis ini.  

Terkadang penulis memaparkan sebuah pengalaman dirinya atau orang lain yang mana semata-mata hanya bertujuan untuk memperkuat upayanya untuk mempengaruhi pembaca agar sepakat dengan ide dan gagasannya.

Penulis esai persuasif juga tak jarang menampilkan data-data dari beberapa penlitian untuk menyokong pokok pikirannya. Di sini pembaca harus jeli melihat kevalidan dan kesahihan sebuah hasil penelitian. Jangan sampai hanya terkecoh dengan data-data yang bernuansa tendensius tanpa dilengkapi dengan pemaparan fakta yang lengkap.

2.3 Berdasarkan Bentuk 

Berdasarkan bentuk, esai dapat dibedakan menjadi dua, yakni esai formal dan nonformal.

Sesuai namanya, esai formal menggunakan bahasa yang cenderung baku, dengan susunan dan struktur tertentu dan biasanya dilengkapi dengan data untuk menunjang pendapat penulis. Esai ini biasanya mudah dijumpai di dunia akademik.

Sedangkan esai dengan format non-formal ditulis dengan gaya bahasa yang lebih santai dan mengalir. Susunannyapun bisa bervariasi. Dan yang paling menonjol, esai jenis ini sering muncul di media sosial sebagai sebuah ungkapan untuk mengomentari sebuah fenomena tertentu. 



2.4 Berbagai Jenis Esai Lainnya

Tajuk adalah sebuah esai yang ada di surat kabar atau majalah. Tajuk biasanya ditulis oleh redaksi, wartawan, atau orang lain yang berisi tentang tanggapan atau ulasan mengenai isu yang sedang hangat di tengah masyarakat.

Esai Reflektif  adalah sebuah esai tentang refleksi penulis. Biasanya esai ini hanya terdiri dari beberapa paragraf saja dan hanya bersumber dari pengalaman sang penulis pribadi.

Dahulu, esai-esai jenis ini sangat langka ditemukan, dan kalaupun ada hanya dalam berbentuk buku/kumpulan esai yang ditulis oleh orang-orang terkenal.

Seiring berkembangnya jaman, terutama ketika teknologi informasi maju pesat, maka esai reflektif makin banyak ditemukan, khususnya di media sosial.

Video react yang sedang trend di jagat dunia youtube Indonesia sebenarnya juga adalah jenis esai reflektif namun dikemas dalam bentuk audio-visual.

Esai Ilmiah adalahsebuah esai yang murni menggunakan metode ilmiah. Walau begitu esai ini tetap berdiri di atas sudut pandang dan gagasan yang dimiliki oleh penulis. Esai ini banyak ditemukan di dunia akademik, baik itu di jurnal ilmiah, makalah dan hand out maupun karya tulis.  

Esai Kritik Seni adalah sebuah esai yang sebenarnya ingin mengomentari suatu karya seni orang lain, entah itu yang sedang hangat dibicarakan atau sebuah karya seni klasik.

Esai ini di luar negeri bisa sangat ramai diperbincangkan dan menjadi suatu tolok ukur dari sebuah pencapaian seni tertentu. Seorang esais seni atau kritikus seni (seharusnya) sangat berhati-hati dalam memberi komentar atau kritiknya.

Ini bukan tentang tidak ada karya yang sempurna atau manusia adalah makhluk fana dan kalimat-kalimat agamis lainnya. Ini lebih kepada bagaimana menghargai suatu karya karena pada dasarnya suatu karya adalah pengejewantahan ide yang ada dalam benak seniman dan itu pasti bukan proses yang mudah.

Esai Metafisika tidak melulu berkaitan dengan ketuhanan (atau keTuhanan), tetapi lebih pada refleksi atau persuasi dari penulis mengenai hal-hal metafisika/mistis yang menjadi sebuah fenomena yang ‘kebetulan’ diindera oleh sang penulis.

Esai metafisika memang cenderung misterius dengan balutan diksi yang terkadang sulit untuk dimengerti. Pembaca harus benar-benar menghayati apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh penulis. Sering terjadi salah tafsir disini karena penulis nampaknya juga kesulitan untuk memilih diksi yang tepat sesuai dengan apa yang ditangkap oleh batinnya.

3 Sejarah dan Perkembangan Esai

3.1 Asal Kata Esai.

Ada banyak pendapat mengenai asal kata esai dan bagaimana esai pertama kali tercipta. Namun secara umum esai (bahasa Indonesia) diambil dari kata essay (bahasa Inggris). Sedangkan hampir bisa dipastikan bahwa kata essay berasal dari kata essayer yang berarti usaha atau upaya.

3.2 Montaigne

Orang pertama yang menggunakan kata esai (essay/essays/essayer) adalah seorang pemikir, filsuf, dan penulis Perancis bernama Montaignne.

Montaigne atau Mishel de Montaigne (1533-1292) adalah seorang tokoh dari Perancis. Pada pertengahan abad 15, ia menerbitkan tiga volume tulisan yang ia beri judul essais.

Montaigne pula yang pada akhirnya mendefinisikan esai sebagai sebuah upaya untuk merangkum buah pikiran menjadi sebuah karya tulis. Sebuah definisi awal yang akhirnya melandasi berbagai definisi lain sesudahnya mengenai esai.

3.3 Bangsa Jepang

Tetapi kemudian muncul sebuah fakta bahwa ternyata ternyata sedari abad 10 hingga 13, Jepang sudah mengenal jenis tulisan yang mirip esai. Ia bernama Zuihitsu.

Para biarawan dan wanita Jepang di era itu sudah banyak yang terjun ke dalam dunia tulis-menulis dan menikmati zuihutsu tersebut.

3.4 Abad Pencerahan.

Setelah itu, esai terus berkembang. Banyak tokoh dan penulis yang akhirnya menggunakan istilah esai untuk merujuk pada karya mereka.

Beberapa esais (penulis esai) terkenal yang patut disebut antara lain; Francis Bacon, Aldous Huxley, Samuel Johnson, Marthin Luther, William Hazzlit, Ralph Waldo Emerson, Joseph Edison, Edmund Burke, dll.


Francis Bacon dikenal sebagai orang pertama yang karyanya disebut sebagai esai. Cukup aneh memang, tetapi mengingat ia menulis dalam bahasa Inggris, maka keanehan ini mungkin bisa tejawab.

Ia juga yang akhirnya mempopuler jenis tulisan esai pada khalayak negeri Ratu Elizabeth. Namun sekali lagi keanehan muncul. Menurut Oxford English Dictionary, secara resmi, esais pertama adalah Ben Johnson.

Di abad pencerahan dan masa kelahiran Kristen Protestan, esai-esai dari para reformator ‘membakar’ Eropa dan membawa masyarakat benua biru itu ke sebuah era baru yang belum pernah terpikirkan sebelumnya.

3.5 Era Modern

Di era modern, esai menjadi sebuah hal yang tidak bisa dipisahkan dari dunia sastra dan akademik.

Di barat, muncul banyak sekai esais dengan beragam variasi dan aliran. Beberapa diantaranya adalah Benjamin Franklin, Thomas Jefferson, Ralp Waldo Emerson, Edgar Allan Poe, Mark Twain, Henry Adams, Zat Rana, David Moore, Billy Graham, dll.

Di Indonesia juga ada beberapa nama yang patut dimasukkan dalam daftar esais terkemuka, antara lain; Eka Budianta, Soekarno, Pramudya Ananta Toer, Denny Siregar, Dahlan Iskan, Andy F. Noya, Nurcholis Madjid, dll.

Beberapa universitas dan lembaga pemberi beasiswa juga mensyaratkan penulisan esai sebagai syarat mutlak. Hal ini ditengarai menjadi salah satu pemantik makin populernya esai. 

Itulah artikel dari esaiedukasi.com mengenai esai, jenis-jenis esai dan sejarah serta perkembangan esai dari waktu ke waktu. Besok kita akan membahas dengan lebih mendalam tahapan dalam membuat esai yang baik. 


Sumber dan Bahan Bacaan Lebih Lanjut

1. Wikipedia (https://en.wikipedia.org/wiki/Essay)

2. www.thoughtco.com

3. https://bid4papers.com

4. https://topwritingtips.com.au

5. https://www.etymonline.com






Post a Comment

0 Comments