Waspadai Tindakan Bullying di Sekolah





[Waspadai Tindakan Bullying di Sekolah | Panduan untuk orang tua dan guru] Sekolah yang seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak ternyata juga bisa menjadi tempat yang berbahaya. Bullying bisa mengancam siapa saja. Kenali ciri-cirinya.


waspadai tindakan bullying di sekolah (www.esaiedukasi.com)
ilustrasi tindakan bullying di sekolah
Definisi Bullying

Mungkin banyak dari kita yang pernah mendengar kata bullying. Tetapi apa sebenarnya makna dari bullying? Esai Edukasi dot com akan membahasnya untuk anda.

Bullying atau perundungan merupakan tindakan mengintimidasi dan memaksa seorang atau kelompok yang lebih lemah untuk melakukan sesuatu yang tidak  mereka kehendaki, dengan maksud untuk membahayakan fisik, mental atau emosional  melalui pelecehan dan penyerangan. Orang tua, guru dan sekolah sering tidak menyadari adanya tindakan bullying ini.

Bentuk yang paling sering dijumpai dari perundungan/ bullying di lingkungan sekolah adalah pelecehan dalam bentuk ucapan/verbal, yang bisa datang dalam bentuk ejekan, menggoda atau meledek dalam penyebutan nama. Jika tidak diperhatikan, bentuk penyalahgunaan ini dapat meningkat menjadi teror fisik seperti menyerang fisik, intimidasi berkelompok secara terus menerus dan bahkan pemerkosaan.

Penyebab seorang anak menjadi pelaku bullying.

Biasanya pelaku memulai bullying di sekolah pada usia muda, dengan melakukan teror pada salah satu atau beberapa anak laki-laki dan perempuan yang ia anggap lebih lemah dan bisa diganggu secara emosional atau intimidasi psikologis. Anak bisa melakukan perundungan karena berbagai alasan.



Mencari perhatian. Ya, alasan sepele ini jika tidak ditanggapi akan memunculkan terjadinya bullying. Biasanya karena mencari perhatian dari teman sebaya dan orang tua mereka, atau juga karena merasa penting dan merasa memegang kendali. Banyak juga tindakan bullying di sekolah dipacu karena meniru tindakan orang dewasa di sekitarnya atau program televisi.




Mendapatkan keuntungan. Ini juga bisa menjadi alasan seorang anak untuk melakukan bullying. Ia merasa bisa mendapat keuntungan tertentu, mulai dari keuntungan material hingga seksual. 

Kepuasan diri. Jika ini yang menjadi alasan untuk menjadi pelaku bullying, maka sebenarnya dirinya sudah dekat dengan sifat psikopat. Ia akan merasa puas ketika melihat orang lain menderita dan tersiksa.

Efek dari Bullying.

Penindasan/perundungan/bullying memiliki efek jangka panjang, baik pada korban maupun si penindas itu sendiri. Untuk korban, perlakuan itu merampas rasa percaya diri mereka. Ini akan menciptakan trauma berkepanjangan.  Untuk pelaku bullying, efeknya adalah menjadi sebuah kebiasaan dan kenikmatan untuk meningkatkan ego mereka serta menumbuhkan karakter seorang kriminal. 

Ketakutan dan trauma emosional yang diderita si korban dapat memicu kecenderungan untuk benci pada hal-hal yang berbau sekolah. Ada ketakutan dan kengerian bagi mereka setiap mereka pergi ke sekolah. Akibatnya bisa fatal, mereka bisa memilih untuk putus sekolah. Sedang di lain pihak, anak-anak yang terbiasa melakukan bullying di sekolah akhirnya dapat menjadi orang dewasa yang kejam atau penjahat.

Perhatikan Selalu Anak Anda.

Korban tidak akan mengeluh karena takut menerima reaksi dari si pengganggu. Namun, mereka biasanya menunjukkan beberapa gejala seperti di bawah ini:
  1. Kesulitan tidur. Bisa jadi apa yang mereka alami sepanjang siang di sekolah menghantui pikiran mereka. Akibatnya merekapun mengalami kesulitan tidur. Ini adalah awal bagi munculnya berbagai gangguan psikologis dan kesehatan yang lebih parah. 
  2. Kesulitan mengikuti pelajaran. Ini bermula dari kesulitan untuk fokus mengikuti pelajaran. Akhirnya muara dari semua ini adalah anjloknya prestasi akademik mereka. 
  3. Sering membuat alasan untuk bolos sekolah. Mulai dari berpura-pura sakit hingga membolos ke sekolah. Jika sudah sampai pada tahap ini benar-benar harus dilakukan tindakan yang tepat.
  4. Tiba-tiba menjauhkan diri dari aktivitas yang disukai sebelumnya seperti naik bus sekolah atau mengunjungi tempat bermain. Mereka akan terlihat murung dan menyendiri. Merekapun juga mulai sering melamun. 
  5. Tampak gelisah, lesu dan putus asa terus-menerus.Ini terjadi pada tahap bullying yang berkepanjangan. Mereka akhirnya merasa sendirian dan kemudian makin menjauhi kehidupan sosial. 

[Panduan untuk orang tua] Bagaimana melindungi anak dari bullying? 



  1. Selalu perhatikan kebiasaan anak. Jika mulai ada perubahan segera diskusikan dengan anak. Jangan posisikan diri sebagai seorang yang berkuasa atas diri anak tapi posisikan diri sebagai seorang sahabat. 
  2. Memiliki kontak dengan guru/wali kelas untuk selalu memantau perkembangan anak.
  3. Memiliki kontak dengan teman-teman /orang tua dari teman-teman anak anda. Setidaknya anda tahu bagaimana dan seperti apa mereka. 
  4. Selalu luangkan waktu untuk memantau perkembangan akademik anak anda. 
  5. Bicara tentang pengalaman Anda sendiri. Ceritakan pengalaman Anda sendiri di sekolah kepada anak. Ini akan membantu anak tahu bahwa dia tidak sendirian dalam situasi seperti itu. 
  6. Jika ternyata anak anda ada indikasi menjadi korban bully, segera konsultasikan dengan pihak sekolah face to face, bukan lewat telepon atau email. Ini untuk menunjukkan bahwa anda serius dan anda benar-benar ingin pihak sekolah menyelesaikan hal ini.
  7. Jika pada titik tertentu ternyata bullying terjadi terus-menerus, langsung minta pihak sekolah untuk memediasi pertemuan antara anda dengan pelaku bully anak anda atau orang tua/walinya. 
  8. Selesaikan sesegera mungkin. Ingat anak anda di atas segalanya. Pikirkan semua kemungkinan yang bisa diambil, termasuk mungkin mencari bantuan konselor atau mulai memikirkan mencari tempat belajar yang baru. 
[Panduan untuk guru] Bagaimana melindungi anak dari bullying?



  1. Selalu perhatikan kebiasaan murid anda. Selalu beri konsultasi jika ada salah satu murid anda yang mulai mengalami perubahan sikap secara drastis.
  2. Pantau grafik perkembangan akademis murid anda. Jangan biarkan ada seorangpun yang mengalami penurunan prestasi tanpa anda tahu penyebabnya. 
  3. Andalah yang pertama harus memberi contoh dengan cara tidak melakukan bully murid anda atas dasar apapun, termasuk perbedaan keyakinan, latar belakang sosial, warna kulit, dll.
  4. Luangkan waktu untuk bermain dengan mereka sesekali ketika beristirahat.
  5. Jangan biarkan ada beberapa anak terlalu mendominasi dalam bermain.
  6. Jangan biarkan beberapa anak memerintah anak lain berlebihan.
  7. Jika memang terjadi perilaku bullying, segera bekerja sama dengan atasan atau rekan anda. 
  8. Jangan ragu untuk menghubungi keluarga korban dan pelaku bullying.
  9. Lakukan apapun yang terbaik yang anda bisa untuk menghentikan perilaku bullying ini. Termasuk pemberian sebuah sanksi bila diperlukan. 
ilustrasi korban bullying
[Konklusi : Kepedulian dan pengawasan adalah kunci dalam mencegah bullying. Satu yang juga penting adalah menjadi contoh yang baik bagi anak-anak anda dengan tidak melakukan kekerasan dalam bentuk apapun.]

Dukung Kami.

Esai Edukasi Dot Com adalah sebuah blog kecil dengan mimpi yang besar. Kami ingin membangun Indonesia melalui Pendidikan, khususnya menghadapi era Industri 4.0
Kami tak mungkin melakukannya sendirian, tetapi bersama anda kita pasti bisa melakukan sesuatu.

Dukung Esai Edukasi untuk terus memberikan artikel-artikel pilihan dengan cara memberi komentar di kolom komentar.

Share juga artikel dari kami agar semakin banyak orang yang bisa menikmatinya.

Ini sangat berarti bagi kami.
Subscribe juga ke blog kami untuk mendapatkan update artikel dan info menarik lainnya seputar pendidikan dan pengembangan diri. 

Rock You As Always



Adi.Fun.Learning
-Read, Change, Grow-






Post a Comment

35 Comments

  1. Saya sebagai orang tua merasa was was saat anak sekolah.. apakah anak saya kuat atau tidak mentalnya menghadapi bullying.. karena bullying bisa terjadi pada siapa saja, termasuk kepada anak yang menonjol kebandelan nya sekalipun.. tp saya percayakan saja ada pengajar di sekolah dan ada Alloh SWT Tuhan YME yang melindungi anak saya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar, bullying bisa terjadi pada siapa saja dan dimana saja. Kita memang harus senantiasa waspada dan tidak lengah.

      Delete
  2. Semoga korban bullyng dapat berkurang dan tidak terjadi lagi dimanapun...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga saja. Semua pihak harus turut mengambil peran.

      Delete
  3. Makasih informasinya, kita harus laporkan masalah bullying ini, karena ini bisa menyebabkan ketidak percayaan diri pada seseorang 👌

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tepat sekali, bahkan pada beberapa kasus berakhir dengan bunuh diri.

      Delete
  4. Kita harus mencegah sedini mungkin bulying karena itu merusak psikologis sesorang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tepat sekali. Saatnya semua pihak turut serta mengawasi potensi bullying

      Delete
  5. Ulasannya keren banget, lengkap dan sangat jelas sekali.... Tambahan sedikit min, jika seorang anak yg pernah jadi korban ibully sewaktu TK atau SD atau di sekokahnya yg lain, ketika mereka tumbuh besar akan punya rasa balas dendam, ini juga efek yg sangat buruk sekali... Makanya hati2 bagi yg suka membully.... 👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, esai edukasi selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk pembaca. Saran akan dipertimbangkan untuk artikel berikutnya. Terima kasih sudah mampir.

      Delete
  6. Keren,
    Mari dukung gerakan anti bully di sekolah, dan dimanapun berada...

    Butuh peran semua segmen masyarakat utk bully bully ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar sekali, mari kita awasi dan cegah bersama perilaku bullying di sekolah......

      Delete
  7. Kita juga tidak bisa menyalahkan anak yang membulynya karena bagaimanapun juga itu sifat alami seorang anak yang terpengaruh lingkungan sekitar, jadi orang tualah yang menjadi kunci utama penengannannya
    LMAO

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bully terjadi secara terus menerus dan sistematis, berbeda dengan sekedar mengejek apalagi bercanda. Bully adalah tindakan serius yg wajib mendapat perhatian semua pihak.

      Delete
  8. Kepedulian dan pengawasan adalah kunci dalam mencegah bullying. kita sebagai orang dewasa harus nya mengajarkan anak anak kita untuk tidak membullying temanya karena bisa memperngaru psikologi anak itu sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tepat sekali. Sayangnya membangun kepedulian semacam itu tidaklah mudah....

      Delete
  9. JUjur gan, sebenrnya saya adalah salah satu korban bully waktu masib sekolah dulu 😅
    Skrg klo inget jd ketawa sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Turut prihatin....🤲😊👨‍🏫 Semoga bisa berbagi pengalaman kepada yg lain untuk bisa terhindar dari bullying.

      Delete
  10. bully itu sangat tidak baik sekali karena bisa menurunkan metal para siswa, saya sebagai guru di sekolah juga melarang keras siswa membuly teman-tamannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dibutuhkan guru-guru seperti anda agar bullying bisa berkurang, terlebih hilang. Karena sekolah harusnya jd tmpt yg aman.....

      Delete
  11. Saya paling tidak suka bullying karena itu tindakan jahat. Pecat saja guru-guru yang tidak becus tidak bisa melindungi ansk-anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mubgkin ada benarnya, tetapi mencegah lebih baik daripada mengobati.

      Delete
  12. Cyber bullying ya gan? Ini terjadi pd masa2 sd, smp, bahkan smk pun masih ada, ane kasian aj yg sering jd korban bullying apalagi sering kena tataran, saran ane si orang yg seri dibully harus kentel nyaliny gan hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, di artikel selanjutnya esai edukasi dot com akan membahas lebih dalam tentang cyber bullying dan panduan untuk korban bully. Saran yg bagus, mmg kita sewajibnya harus mempertahankan diri.

      Delete
  13. Tidak bisa menyalahkan anak itu juga...
    Karena orang tua dan lingkungan adalah faktor yang penting membuat anak menjadi baik/buruk kelakuannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar, lingkungan sangat mempengaruhi perilaku dan karakter seorang anak. Bisa juga pelaku bullying hidup di lingkungan yg buruk.

      Delete
  14. Bullying yang paling sering memang bullying menggunakan verbal.. apalagi kalau pas waktu SD, ledek ledekan pakai nama bokap nyokap.. wkwkw..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bullying lebih ke arah mengintimidasi dan terstruktur. Sangat berbeda dengan bercanda atau saling ejek. Bullying verbal juga harus dicegah agar tidak brkmbang ke arah yg lebih parah.

      Delete
  15. tanamkan sejak dini kepada anak untuk belajar menghargai orang lain sejak dari keluarga. semoga kelak dia dewasa tidak akan membuly orang lain

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tepat sekali,orang tua sangat berperan besar dalam hal ini.

      Delete
  16. Sebenarnya di sekolah tidak pernah lepas dari kata bulying, hal itu verdampak sekali buat korban buly. Semoga kedepannya bully tidak ada lagi

    ReplyDelete
  17. Bulying adalah suatu tindak yang kurang dapat di puji. Tapi kadang orang sekitar mencela ketika ada yang aneh terhadap seseorang, padahal itu dapat melukai perasaan

    ReplyDelete
  18. Bener bgt, pokoknya kita harus lawan bullying bersama-sama. Bahaya banget soalnya.

    ReplyDelete
  19. 2019 masih ada bullying? Di negara +62 harus dikurangi, terutama jika ke anak kecil, khawatir mental nya terganggu..

    ReplyDelete
Emoji
(y)
:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)