Display Ad

Perbedaan Pelaksanaan TKA Daring dan Semidaring

Hai sobat pendidikan pembaca setia Esaiedukasi.com, kali ini kita akan membahas perbedaan mendasar dari TKA online dan semi-online. Silahkan disimak baik-baik agar bisa dipahami dengan seksama.

Jadi dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025/2026 ini, ada dua pilihan penyelenggaraan, yakni secara daring (online) maupun semidaring (semionline). Keduanya memiliki perbedaan-perbedaan yang cukup mendasar. 

Perbedaan Pelaksanaan TKA Daring dan Semidaring
TKA DARING VS SEMIDARING

Perbedaan Antara TKA Daring dan Semidaring

Berikut adalah tabel yang menunjukkan poin-poin penting tentang perbedaan TKA secara online dan semi-online. 

Aspek TKA Daring TKA Semi Daring
Sinkronisasi Tidak diperlukan proses sinkronisasi oleh proktor Memerlukan proses sinkronisasi dan upload jawaban peserta didik oleh proktor
Komputer Klien Komputer klien langsung terhubung ke server pusat Komputer klien hanya terhubung ke komputer proktor
Spesifikasi Komputer Spesifikasi komputer proktor lebih rendah dan dapat menggunakan laptop Spesifikasi komputer proktor lebih tinggi dibandingkan moda daring
Instalasi Software & Hardware
  • Menginstal satu aplikasi pada komputer proktor dan klien
  • Tidak perlu konfigurasi jaringan lokal
  • Menginstal lebih dari satu aplikasi pada komputer proktor
  • Mengonfigurasi jaringan lokal proktor–klien
Jaringan Internet
  • Peserta harus selalu terhubung internet
  • Membutuhkan internet stabil dan relatif cepat
  • Menggunakan jaringan lokal saat mengerjakan soal
  • Internet stabil diperlukan saat sinkronisasi & unggah hasil

Penjelasan Singkat Perbedaan TKA Daring dan Semi Daring 

🔹 1. Sinkronisasi Data Pada TKA Daring, proktor tidak perlu melakukan proses sinkronisasi karena sistem langsung terhubung ke server pusat. Semua data jawaban peserta otomatis tersimpan secara online. Sementara itu, pada TKA Semi Daring, proktor memiliki peran tambahan untuk melakukan sinkronisasi dan mengunggah jawaban peserta setelah ujian selesai. Karena itu, ketelitian dan kesiapan proktor menjadi hal yang sangat penting. 

 ðŸ”¹ 2. Koneksi Komputer Klien Dalam TKA Daring, komputer peserta (klien) langsung terhubung ke server pusat. Artinya, selama ujian berlangsung, koneksi internet harus selalu tersedia dan stabil. Berbeda dengan itu, TKA Semi Daring menggunakan koneksi lokal. Komputer klien hanya terhubung ke komputer proktor, sehingga peserta tetap bisa mengerjakan soal meskipun koneksi internet sedang tidak stabil.

 ðŸ”¹ 3. Spesifikasi Perangkat Moda TKA Daring relatif lebih ringan dari sisi perangkat. Komputer atau laptop dengan spesifikasi standar umumnya sudah cukup digunakan sebagai komputer proktor. Sebaliknya, TKA Semi Daring membutuhkan komputer proktor dengan spesifikasi yang lebih tinggi. Hal ini karena komputer proktor berfungsi sebagai pusat pengelolaan data peserta selama ujian berlangsung.

 ðŸ”¹ 4. Instalasi Software dan Pengaturan Jaringan Pada TKA Daring, proses instalasi tergolong sederhana. Proktor dan peserta hanya perlu memasang satu aplikasi, tanpa harus melakukan pengaturan jaringan lokal. Sedangkan TKA Semi Daring memerlukan instalasi lebih dari satu aplikasi di komputer proktor serta pengaturan jaringan lokal (LAN) antara komputer proktor dan klien. Tahap ini biasanya membutuhkan persiapan teknis yang lebih matang.

 ðŸ”¹ 5. Kebutuhan Jaringan Internet TKA Daring sangat bergantung pada koneksi internet. Peserta hanya dapat mengerjakan soal jika terhubung ke internet dengan kondisi yang stabil dan cukup cepat. Pada TKA Semi Daring, internet tidak dibutuhkan selama peserta mengerjakan soal karena menggunakan jaringan lokal. Namun, koneksi internet yang stabil tetap diperlukan saat proses sinkronisasi dan pengunggahan hasil ujian.


Tips Memilih Moda TKA untuk Satuan Pendidikan

Memilih moda TKA yang tepat sangat penting agar pelaksanaan ujian berjalan lancar tanpa kendala teknis. Berikut beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan bagi satuan pendidikan sebelum menentukan pilihan.

✅ 1. Cek Kestabilan Jaringan Internet

Jika satuan pendidikan memiliki akses internet yang stabil dan cukup cepat, maka TKA Daring bisa menjadi pilihan yang praktis. Namun, jika koneksi internet sering tidak stabil, TKA Semi Daring lebih aman karena peserta tetap dapat mengerjakan soal melalui jaringan lokal.


✅ 2. Perhatikan Ketersediaan dan Spesifikasi Perangkat

Satuan pendidikan dengan perangkat terbatas atau menggunakan laptop standar dapat mempertimbangkan TKA Daring karena kebutuhan spesifikasi perangkatnya relatif lebih ringan.

Sebaliknya, jika sekolah memiliki komputer proktor dengan spesifikasi yang memadai dan jaringan LAN yang baik, TKA Semi Daring dapat dijalankan dengan lebih optimal.


✅ 3. Pertimbangkan Kesiapan Proktor dan Tim Teknis

Moda TKA Semi Daring membutuhkan proktor yang siap secara teknis, mulai dari instalasi aplikasi, pengaturan jaringan lokal, hingga proses sinkronisasi data.

Jika jumlah proktor terbatas atau belum terbiasa dengan pengelolaan jaringan, TKA Daring bisa menjadi pilihan yang lebih sederhana dan minim risiko kesalahan teknis.


✅ 4. Sesuaikan dengan Kondisi Lingkungan Sekolah

Sekolah di daerah dengan kendala jaringan internet atau sering mengalami gangguan listrik sebaiknya mempertimbangkan TKA Semi Daring, karena proses pengerjaan soal tidak sepenuhnya bergantung pada koneksi internet.

Sementara itu, sekolah di wilayah dengan infrastruktur internet yang baik dapat menjalankan TKA Daring dengan lebih nyaman.


✅ 5. Lakukan Simulasi Sebelum Pelaksanaan

Apa pun moda yang dipilih, sangat disarankan untuk melakukan simulasi atau uji coba terlebih dahulu. Simulasi membantu sekolah mengidentifikasi potensi kendala teknis dan memastikan semua pihak—proktor, pengawas, dan peserta—sudah memahami alur pelaksanaan TKA.

Itulah artikel tentang perbedaan TKA secara daring dan semidaring. Untuk suksesnya pelaksaan asesmen ini, baca juga Kisi-Kisi TKA jenjang SD dan MI. Semoga sukses selalu, salam pendidikan. 

Guritno Adi
Guritno Adi Penulis adalah seorang pengajar dan fasilitator pendidikan yang sudah mengajar sejak 2007. Lulus dari S-1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, penulis juga tertarik pada banyak tema selain edukasi, seperti teknologi, psikologi, sastra dan social media. Di tengah kesibukan mengajar penulis juga masih menyempatkan waktu menulis di blog ini, esaiedukasi.com dan beberapa media lainnya. Sering mengikuti banyak pelatihan, workshop maupun seminar lintas disiplin ilmu, penulis percaya bahwa keterampilan dan wawasan harus terus dipelajari. Salah satu cita-cita terbesarnya adalah melihat Indonesia Emas yang diisi para generasi pemenang.

Posting Komentar untuk "Perbedaan Pelaksanaan TKA Daring dan Semidaring"