Panduan Lengkap Pengisian PDSS 2026 Manual untuk Sekolah (Wajib Dibaca Operator)
Panduan Lengkap Pengisian PDSS 2026 Manual untuk Sekolah (Wajib Dibaca Operator)
Pengisian PDSS 2026 bukan sekadar pekerjaan administratif, melainkan proses krusial yang sangat menentukan masa depan siswa dalam seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP. Banyak sekolah sebenarnya memiliki siswa dengan prestasi yang baik, tetapi gagal mengantarkan mereka ke tahap seleksi karena kesalahan teknis saat mengisi PDSS. Kesalahan tersebut sering kali bukan karena niat, melainkan karena kurangnya pemahaman terhadap alur, aturan, dan tahapan pengisian yang benar.
Artikel ini disusun sebagai panduan lengkap pengisian PDSS 2026 manual yang mudah dipahami oleh operator sekolah, guru, maupun pihak manajemen sekolah. Seluruh isi artikel dirangkum dari panduan resmi PDSS 2026 dan disajikan dalam bahasa yang lebih praktis, sistematis, serta ramah pembaca. Di bagian akhir artikel, Anda juga akan menemukan ajakan untuk mengunduh file PDF panduan resmi agar dapat dijadikan pegangan utama sebelum melakukan finalisasi.
Apa Itu PDSS dan Mengapa Sangat Penting pada Tahun 2026?
PDSS adalah singkatan dari Pangkalan Data Sekolah dan Siswa. Data yang dimasukkan ke dalam PDSS akan digunakan sebagai dasar penilaian dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Artinya, apa pun yang diinput oleh sekolah akan menjadi representasi resmi prestasi akademik siswa di mata sistem seleksi nasional.
Pada tahun 2026, pengisian PDSS menjadi semakin ketat dan detail. Panitia SNPMB menegaskan bahwa kesalahan input, ketidaklengkapan data, atau kesalahan finalisasi dapat menyebabkan data siswa tidak terbaca atau bahkan gugur secara sistem. Oleh karena itu, pengisian PDSS tidak boleh dilakukan secara terburu-buru, apalagi mendekati batas waktu penutupan.
Urutan Pengisian PDSS 2026 yang Wajib Diikuti Sekolah
Salah satu kesalahan paling sering terjadi adalah sekolah tidak mengikuti urutan pengisian PDSS dengan benar. Sistem PDSS dirancang berjenjang, sehingga setiap tahap saling bergantung satu sama lain. Jika satu tahap dilewati atau dilakukan tidak sesuai urutan, maka tahap berikutnya bisa bermasalah.
Urutan pengisian PDSS 2026 secara manual dimulai dari login sekolah ke portal PDSS menggunakan akun resmi SNPMB. Setelah berhasil masuk, sekolah wajib memeriksa profil sekolah, termasuk data kepala sekolah dan operator. Data ini sebagian besar bersumber dari Portal SNPMB dan Pusdatin, sehingga jika terdapat kesalahan, perbaikannya harus dilakukan di sistem sumber tersebut.
Setelah profil sekolah dipastikan benar, langkah berikutnya adalah menentukan jenis studi dan kuota sesuai jurusan yang dimiliki sekolah. Tahap ini sangat penting karena akan menentukan struktur data siswa dan kurikulum ke depannya. Setelah itu, sekolah wajib melakukan finalisasi data sekolah sebelum melanjutkan ke tahap pengisian siswa.
Siswa Eligible dan Penentuan Peringkat
Pengisian siswa eligible merupakan salah satu tahap paling sensitif dalam PDSS 2026. Tidak semua siswa bisa dimasukkan ke dalam PDSS. Hanya siswa yang memenuhi syarat kelengkapan nilai tertentu yang dapat dinyatakan eligible. Pada tahun 2026, siswa wajib memiliki nilai TKA yang lengkap, yaitu terdiri dari tiga mata pelajaran wajib dan dua mata pelajaran pilihan.
Jika nilai TKA siswa tidak lengkap, maka sistem PDSS secara otomatis akan menolak siswa tersebut. Hal ini sering menjadi sumber kebingungan sekolah karena data siswa tidak muncul meskipun NISN sudah benar. Oleh karena itu, sebelum memasukkan siswa ke PDSS, sekolah harus memastikan bahwa data nilai TKA siswa benar-benar lengkap.
Perlu diperhatikan bahwa urutan saat memasukkan siswa ke sistem PDSS secara otomatis akan menjadi urutan peringkat siswa. Peringkat ini masih bisa diubah selama sekolah belum melakukan finalisasi data siswa. Namun, setelah finalisasi dilakukan, tidak ada lagi perubahan yang bisa dilakukan terhadap urutan maupun jumlah siswa.
Perbedaan Pengisian Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013
Salah satu sumber kesalahan terbesar dalam PDSS adalah kesalahan memahami perbedaan antara Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013. Kedua kurikulum ini memiliki pendekatan pengisian yang sangat berbeda di sistem PDSS.
Pada Kurikulum Merdeka, sekolah tidak perlu mengisi KKM. Fokus utama ada pada jumlah jam pembelajaran riil untuk setiap mata pelajaran. Mata pelajaran wajib akan aktif secara otomatis, sedangkan mata pelajaran pilihan harus dipilih sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Untuk SMA, siswa wajib mengambil minimal empat dan maksimal lima mata pelajaran pilihan.
Sementara itu, pada Kurikulum 2013, sekolah wajib mengisi KKM dan jumlah jam untuk setiap mata pelajaran yang digunakan. Mata pelajaran harus diaktifkan secara manual, dan beberapa mata pelajaran tertentu di SMK dapat disesuaikan namanya sesuai dengan struktur kurikulum sekolah.
Pengisian Nilai Siswa PDSS 2026
Pengisian nilai siswa adalah tahap yang paling menentukan dan paling berisiko. Nilai yang sudah difinalisasi tidak dapat diubah kembali. Oleh karena itu, sekolah harus memastikan bahwa seluruh nilai telah diinput dengan benar sebelum melakukan finalisasi nilai.
Nilai untuk mata pelajaran wajib tidak boleh dikosongkan. Mengisi nilai nol tetap dianggap sebagai nilai sah. Untuk mata pelajaran pilihan yang tidak diambil oleh siswa, sekolah wajib mengisi dengan tanda X atau x agar sistem memahami bahwa siswa memang tidak mengambil mata pelajaran tersebut.
Pengisian nilai dapat dilakukan satu per satu atau melalui unggahan file CSV. Namun, perlu diingat bahwa unggahan CSV akan mengganti seluruh nilai pada jurusan, tingkat, dan semester yang dipilih. Kesalahan kecil dalam file CSV dapat berdampak besar jika tidak dicek terlebih dahulu.
Status Khusus dan Praktik Kerja Lapangan
PDSS 2026 juga menyediakan fitur status khusus untuk siswa dengan kondisi tertentu, seperti siswa pindahan, tidak naik kelas, pertukaran pelajar, cuti, atau mengikuti praktik kerja lapangan.
Status khusus ini harus diisi secara manual per siswa dan memerlukan perhatian khusus karena dapat memengaruhi struktur kurikulum dan nilai.
Khusus untuk SMK, siswa yang mengikuti praktik kerja lapangan akan memiliki semester dengan satu mata pelajaran PKL. Meskipun demikian, kurikulum tetap harus didefinisikan untuk mengakomodasi siswa lain yang tidak mengikuti PKL pada semester yang sama.
Finalisasi PDSS 2026: Tahap Paling Kritis
Finalisasi adalah pernyataan resmi bahwa data yang diinput oleh sekolah sudah benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam PDSS 2026 terdapat beberapa tahap finalisasi, yaitu finalisasi data sekolah, data siswa, data kurikulum, dan finalisasi nilai.
Finalisasi data sekolah, siswa, dan kurikulum masih dapat dibatalkan dengan syarat tertentu.
Namun, finalisasi nilai adalah tahap akhir yang tidak dapat dibatalkan dalam kondisi apa pun. Oleh karena itu, sekolah wajib melakukan pengecekan berulang sebelum menekan tombol finalisasi nilai.
Download Panduan Resmi Pengisian PDSS 2026 Manual
Artikel ini disusun sebagai panduan praktis dan ringkasan edukatif. Namun, sekolah tetap sangat dianjurkan untuk memiliki dan mempelajari panduan resmi pengisian PDSS 2026 dalam bentuk PDF.
Panduan resmi tersebut berisi petunjuk teknis detail dan tangkapan layar sistem yang sangat membantu operator sekolah.
Silakan unduh dan simpan Panduan Pengisian PDSS 2026 Manual (PDF) agar proses pengisian berjalan aman dan tanpa kesalahan di sini.
Penutup
Pengisian PDSS 2026 menuntut ketelitian, kesabaran, dan pemahaman yang baik terhadap sistem.
Dengan mengikuti panduan resmi dan tidak terburu-buru dalam melakukan finalisasi, sekolah dapat memastikan bahwa seluruh siswa eligible mendapatkan kesempatan terbaik dalam seleksi SNBP. Semoga artikel ini membantu sekolah menjalani proses PDSS 2026 dengan lebih percaya diri dan minim kesalahan.

Posting Komentar untuk "Panduan Lengkap Pengisian PDSS 2026 Manual untuk Sekolah (Wajib Dibaca Operator)"
Posting Komentar