Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sinergi Dunia Pendidikan Dan Sektor Industri Kunci Membangun SDM Unggul

Menyambut Zaman Baru 

Era Industri 4.0 sudah datang. Mau tidak mau segenap elemen bangsa harus menyongsongnya. Namun sayangnya kita masih terlihat tergagap-gagap menyambut zaman baru tersebut.

Harus diakui bangsa kita masih sebelumnya siap dalam menyambut datangnya era digital ini. Namun kabar baik datang dari pemerintah yang makin hari makin serius memikirkan bagaimana mempersiapkan masyarakat agar tidak melulu menjadi konsumen dan penonton, namun turut aktif berkontribusi dalam mengembangkan potensi di berbagai lini.

Menurut data dari Biro Pusat Statistik, persentase pengangguran terbuka di Indonesia berkisar di angka 5,28%. Artinya dari seratus orang angkatan kerja produkti, ada 5 orang yang menjadi penggangguran. 

Salah satu kunci untuk mempersiapkan manusia Indonesia menjadi SDM yang unggul dan terampil adalah dengan fokus membenahi sistem pendidikan yang ada. Adalah sangat penting untuk segera melakukan reformasi pendidikan, antara lain dengan menyelenggarakan pendidikan yang holistik yang berkualitas dan sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha.

Menjadi Produktif Adalah Kewajiban

robotisasi dan digitalisasi adalah sebuah tantangan dan kesempatan

Generasi muda Indonesia ditantang untuk menjadi semakin kreatif, profesional, kompeten dan produktif atau mereka akan tersingkir. Hal ini dikarenakan persaingan di lapangan kerja akan semakin keras. Mengapa demikian? Setidaknya ada dua hal.

Robotisasi Industri. Trend yang ada sekarang, perusahaan dan dunia usaha tidak bisa terpisahkan dari robot dan kecerdasan buatan (artificial Intelligence). Bahkan menurut beberapa sumber, perkembangan teknologi dan internet akan memberi dampak yang luar biasa berupa hilangnya pekerjaan-pekerjaan yang sebelumnya pernah eksis.

Perdagangan bebas.  Sekat-sekat antar negara sudah semakin menghilang. Persainganpun bukan lagi antar sesama anak bangsa, namun sudah antar bangsa. Ini adalah tantangan serius, yakni bagaimana pemerintah, masyarakat dan dunia usaha mempersiapkan generasi muda Indonesia agar mampu berkiprah dan tidak kalah dalam persaingan tersebut.

Pendidikan Holistik Dan Berkualitas

Dalam sebuah kesempatan, Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa Indonesia masih kekurangan entrepreneur. Jumlah entrepreneur di negera kita rata-rata hanya 3% padahal di negara maju, jumlahnya setidaknya mencapai 14% dari total penduduk.

Generasi muda dewasa ini adalah generasi yang sangat dekat dengan teknologi. Sayangnya secara umum mereka hanya sebatas konsumen dan penikmat saja, tanpa mau memiliki kesadaran tinggi untuk menjadi seorang kreator. Di sinilah peran dari pendidikan holistik.

Pendidikan Indonesia harus menyeluruh dan menyentuh semua aspek, baik itu pengembangan pengetahuan, peningkatan keterampilan serta pembangunan karakter.

Pendidikan holistik dapat menjadi salah satu alternatif yang bisa dilakukan pemerintah dalam rangka meningkatkan daya saing manusia Indonesia dan membangun SDM unggul serta berkarakter.

Beberapa poin yang perlu ditekankan antara lain adalah sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri, mengembangkan semangat kerja keras sedari dini dan membangun jiwa produktif.

Kolaborasi Dunia Pendidikan Dan Sektor Industri

  Tim Indonesia Raih Emas di Olimpiade Matematika di Rumania / sumber : kompas.com
Tim Indonesia Raih Emas di Olimpiade Matematika di Rumania

Tingkat pengangguran di Indonesia masih terbilang cukup tinggi. Menurut data dari Biro Pusat Statistik, persentase pengangguran terbuka di Indonesia berkisar di angka 5,28%. Artinya dari seratus orang angkatan kerja produkti, ada 5 orang yang menjadi penggangguran. 

Tidak bisa tidak, dunia pendidikan di Indonesia harus berbenah. Ini agar generasi muda paska lulus dari bangku sekolah atau kuliah sudah siap untuk menyongsong era baru yakni Industri 4.0 dan perdagangan bebas.

Lalu bagaimana caranya? Tidak lain adalah dengan kolaborasi antara dunia pendidikan dengan sektor industri. Sinergi bisa dicapai dengan melakukan beberapa hal, antara lain :

Mendekatkan dunia pendidikan dengan sektor industri

Kolaborasi bisa tercapai jika kedua pihak mau saling bertemu dan menyamakan persepsi. Sistem dan tujuan pendidikan haruslah bermuara pada peningkatan kompetensi peserta didik, baik untuk diserap dalam dunia kerja maupun menciptakan pengusaha-pengusaha muda baru.

Perusahaan bisa melakukan kolaborasi dengan lebih sering memberikan pelatihan, seminar maupun workshop kepada para siswa dan mahasiswa. Praktek kerja lapangan harus lebih banyak mendapatkan porsi. Selain itu sistem magang haruslah segera dibenahi agar mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, alih-alih alumni yang masih tergagap-gagap dengan teknologi dan industri.

Terkait dengan hal ini, apresiasi perlu diberikan kepada Kamar Dagang Indonesia (KADIN) yang terus berkontribusi untuk meningkatkan SDM Indonesia. Bahkan pada tahun 2019 ini, sebuah langkah visioner dilakukan Kadin Indonesia yang melakukan penandatanganan MoU dengan berbagai mitra untuk merealisasikan berbagai program untuk mendorong SDM Unggul di sektor ekonomi kreatif.

Menekankan pendidikan sains, teknologi dan matematika

Mata pelajaran dan meteri pembelajaran juga harus direformasi sehingga benar-benar efektif dan mampu menjawab tantangan dari dunia kerja. Seperti layaknya negara-negara industri maju lainnya, pengembangan mata pelajaran sains, teknologi dan matematika sudah selayaknya mendapat porsi khusus. Ini merupakan langkah yang tepat untuk mengejar ketertinggalan kita dari negara industri maju lainnya.

Menumbuhkan etos kerja yang benar

Salah satu hal yang dikeluhkan dunia usaha dari lulusan di Indonesia selain kompetensi adalah etos kerja. Ini juga hal yang patut menjadi fokus.

Sayangnya, pengembangan disiplin, profesionalitas dan kemandirian belum menjadi perhatian utama selama di bangku sekolah maupun kuliah. Hal yang paling sepele adalah bocornya jawaban ujian nasional, bahkan beberapa kasus secara terang benderang mengungkapkan adanya campur tangan oknum guru.

Ini menjadi suatu hal yang memprihatinkan terkait bagaimana kejujuran dan profesionalitas belum tertanam dengan baik padahal semua pihak nampaknya menggembor-gemborkan apa yang dinamakan pendidikan karakter.

Jika kita bandingkan dengan bangsa yang jauh lebih maju, Jepang misal, maka akan kita dapati perbedaan yang cukup signifikan. Sedari kecil, mental pelajar di Jepang benar-benar terbentuk untuk menjadi pribadi yang cakap, disiplin, berani, tangguh dan bertanggung jawab.

Ini menjadi tugas kita bersama untuk menumbuhkan etos kerja yang sejati sedari dini kepada generasi muda, karena jika hanya membebankan hal ini pada sekolah atau pemerintah, pastilah yang ada hanya kegagalan. Dunia industri dalam hal ini perusahaan swasta harus mau untuk turun tangan membangun mental profesionalitas yang benar agar sumber daya manusia di Indonesia bisa menjadi manusia unggul dan produktif.

Konklusi

Pendidikan Indonesia harus menyeluruh dan menyentuh semua aspek, baik itu pengembangan pengetahuan, peningkatan keterampilan serta pembangunan karakter.

Menjadi insan produktif, kreatif dan kompeten bukan lagi sebuah pilihan namun adalah kewajiban. Zaman baru berupa revolusi Industri 4.0 sudah datang dan generasi muda Indonesia harus bersiap untuk menyambutnya. Salah satu cara untuk mempersiapkan generasi mendatang adalah dengan kolaborasi antara sektor pendidikan dan dunia usaha. Itu adalah kunci utama untuk membangun SDM unggul.
Adi
Adi Penulis adalah seorang praktisi, inovator dan pemerhati pendidikan. Memiliki pengalaman terjun di dunia pendidikan sejak 2007. Aktif menulis di berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik. Blog yang sedang Anda baca adalah salah satu situs miliknya. Memiliki kerinduan untuk melihat generasi muda menjadi generasi pemenang yang siap menyongsong era Industri 4.0

Posting Komentar untuk "Sinergi Dunia Pendidikan Dan Sektor Industri Kunci Membangun SDM Unggul"

Berlangganan via Email