Display Ad

Perbedaan Tarik Data dan Sinkronisasi di DAPODIK

Tarik Data dan Sinkronisasi DAPODIK: Apa Bedanya dan Kapan Harus Dilakukan?

Bagi operator sekolah, tarik data dan sinkronisasi DAPODIK merupakan dua aktivitas yang sangat sering dilakukan. Keduanya sama-sama berkaitan dengan pembaruan data, tetapi sebenarnya memiliki fungsi yang berbeda.

Kesalahan memahami perbedaan keduanya dapat menyebabkan data di aplikasi DAPODIK tidak sesuai dengan kondisi terbaru di sekolah. Karena itu, operator perlu mengetahui kapan harus melakukan tarik data dan kapan harus melakukan sinkronisasi DAPODIK.

📌 INFO PENTING

Secara sederhana, tarik data berarti mengambil data dari server pusat ke aplikasi DAPODIK, sedangkan sinkronisasi berarti mengirimkan data dari aplikasi DAPODIK satuan pendidikan ke server pusat.

perbedaan Tarik Data dan Sinkronisasi di DAPODIK
perbedaan Tarik Data dan Sinkronisasi di DAPODIK

Perbedaan Tarik Data dan Sinkronisasi DAPODIK

Agar lebih mudah dipahami, berikut perbedaan keduanya:

Aktivitas Arah Data Fungsi Utama Contoh
Tarik Data Server → DAPODIK Mengambil atau memperbarui data dari server Menarik siswa baru
Sinkronisasi DAPODIK → Server Mengirim perubahan data sekolah ke server Mengirim perubahan rombel dan sarpras
Tarik Data Server → DAPODIK Memperbarui data dari layanan terkait Perubahan data PTK
Sinkronisasi DAPODIK → Server Memastikan perubahan lokal tersimpan di server Perubahan data peserta didik

⚠️ JANGAN TERTUKAR!

Tarik data bukan berarti mengirim data. Tarik data mengambil data dari server ke aplikasi DAPODIK. Sebaliknya, sinkronisasi mengirim data dari aplikasi DAPODIK ke server pusat.

1. Apa Itu Tarik Data DAPODIK?

Tarik data adalah proses mengambil data yang tersedia di server atau sistem terkait untuk dimasukkan atau diperbarui pada aplikasi DAPODIK sekolah.

Dalam praktiknya, proses ini dapat berkaitan dengan data yang berasal dari berbagai layanan yang terintegrasi dengan ekosistem pendataan pendidikan, seperti SP Datadik dan Verval PD.

Misalnya, sekolah memasukkan peserta didik baru melalui layanan yang menjadi sumber data. Setelah data tersedia dan dapat ditarik, operator kemudian melakukan tarik data agar data tersebut masuk ke aplikasi DAPODIK sekolah.

Contoh lainnya adalah ketika terjadi perubahan data tertentu pada layanan pusat. Setelah perubahan tersebut diproses, operator dapat perlu melakukan tarik data agar data yang ada di aplikasi DAPODIK mengikuti data terbaru.

Kapan Harus Melakukan Tarik Data?

Secara umum, tarik data dilakukan ketika ada data dari server yang perlu dimasukkan atau diperbarui di aplikasi DAPODIK.

Beberapa kondisi yang dapat memerlukan tarik data antara lain:

  1. Mengubah data PTK melalui SP Datadik. Setelah perubahan diproses pada sumber data, operator dapat melakukan tarik data agar informasi tersebut diperbarui di DAPODIK.
  2. Memasukkan peserta didik baru melalui SP Datadik. Data siswa baru yang sudah tersedia pada sistem dapat ditarik ke aplikasi DAPODIK sekolah.
  3. Setelah memasang aplikasi DAPODIK versi terbaru. Setelah melakukan instalasi atau pembaruan aplikasi, operator perlu memperhatikan proses pemutakhiran data. Pada saat artikel ini dibuat, versi terbaru yang digunakan adalah DAPODIK 2027a.
  4. Adanya perubahan data terkait NISN pada Verval PD. Jika terdapat perubahan yang sudah diproses melalui layanan terkait, operator perlu memastikan data tersebut diperbarui di DAPODIK.

💡 TIPS OPERATOR

Jika sumber perubahan data berasal dari server atau layanan pusat dan data tersebut perlu masuk ke aplikasi sekolah, maka operator perlu memperhatikan proses tarik data.

2. Apa Itu Sinkronisasi DAPODIK?

Berbeda dengan tarik data, sinkronisasi merupakan proses untuk mengirimkan data dari aplikasi DAPODIK sekolah ke server pusat.

Misalnya, operator melakukan perubahan data peserta didik, GTK, rombel, sarana dan prasarana, atau data lainnya langsung di aplikasi DAPODIK. Perubahan tersebut tidak cukup hanya disimpan di komputer operator.

Data perlu dikirimkan melalui proses sinkronisasi agar pembaruan tersebut diterima oleh server pusat.

🔄 INGAT ARAH DATA

DAPODIK SEKOLAH   ➜   SERVER PUSAT

Inilah gambaran sederhana dari proses sinkronisasi.

Kapan Harus Melakukan Sinkronisasi?

Sinkronisasi perlu dilakukan ketika operator telah melakukan perubahan data di aplikasi DAPODIK yang harus dikirim ke server.

Beberapa contohnya adalah:

  • Melakukan perubahan data GTK.
  • Melakukan perubahan data peserta didik.
  • Melakukan perubahan atau pembaruan rombel.
  • Melakukan perubahan data sarana dan prasarana.
  • Melakukan pemutakhiran data sekolah lainnya yang tersedia di aplikasi DAPODIK.
  • Setelah memastikan seluruh data yang akan dikirim sudah benar dan lengkap.

Jangan Asal Sinkronisasi

Sinkronisasi bukan sekadar kegiatan rutin dengan menekan tombol Sinkronisasi.

Sebaiknya operator melakukan pemeriksaan terlebih dahulu terhadap data penting, terutama yang berhubungan dengan:

  1. Data peserta didik.
  2. Data GTK.
  3. Rombongan belajar.
  4. Pembagian tugas dan pembelajaran.
  5. Data sarana dan prasarana.
  6. Data sekolah.
  7. Data lain yang berkaitan dengan program bantuan atau layanan pendidikan.

🚨 PERHATIAN

Sebelum melakukan sinkronisasi, lakukan pemeriksaan ulang terhadap data. Jangan sampai data yang belum benar justru ikut terkirim ke server.

DAPODIK Berkaitan dengan BOSP, PIP, dan TFG

Mengapa pemutakhiran dan sinkronisasi DAPODIK begitu penting?

Salah satu alasannya karena data DAPODIK menjadi bagian penting dalam berbagai proses administrasi dan program pendidikan.

BOSP

Besaran dana BOSP (Bantuan Operasional Satuan Pendidikan) berkaitan dengan jumlah peserta didik yang menjadi dasar perhitungan sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, ketepatan data jumlah siswa di DAPODIK menjadi hal yang sangat penting.

Jika terdapat siswa yang belum masuk, data belum diperbarui, atau terdapat ketidaksesuaian, operator perlu segera melakukan pengecekan dan pemutakhiran sesuai prosedur.

PIP

Hal serupa juga berlaku pada Program Indonesia Pintar (PIP). Data peserta didik yang berkaitan dengan penerima bantuan perlu diperhatikan dengan baik.

Operator sekolah sebaiknya memastikan data peserta didik, identitas, dan berbagai informasi pendukung lainnya sudah benar sehingga tidak menimbulkan persoalan dalam proses pengusulan maupun penyaluran bantuan.

TFG

Hal lain yang tidak kalah penting adalah Tunjangan Fungsional Guru (TFG). Ketepatan data DAPODIK dan ketepatan waktu pemutakhiran data dapat menjadi bagian penting dalam proses administrasi yang berkaitan dengan tunjangan guru.

Karena itu, ketika muncul pertanyaan seperti Kapan TFG bulan Juli 2026 cair?, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah apakah data yang menjadi dasar proses administrasi tersebut sudah benar, lengkap, dan telah diperbarui sesuai ketentuan.

📢 CATATAN PENTING TENTANG TFG

Waktu pencairan tunjangan tidak hanya ditentukan oleh operator sekolah atau proses sinkronisasi DAPODIK. Terdapat tahapan administrasi, verifikasi, dan kebijakan lain yang juga dapat memengaruhinya.

Tips Operator agar Data DAPODIK Tetap Up to Date

Agar tidak terjadi masalah di kemudian hari, operator dapat menerapkan beberapa kebiasaan berikut:

  • Selalu gunakan aplikasi DAPODIK versi terbaru yang secara resmi tersedia.
  • Periksa data secara berkala, jangan hanya menjelang batas waktu tertentu.
  • Setelah melakukan perubahan data di DAPODIK, pastikan perubahan tersebut sudah tersimpan dengan benar.
  • Lakukan tarik data apabila memang terdapat data dari server yang perlu masuk ke aplikasi.
  • Lakukan sinkronisasi setelah perubahan lokal selesai dan sudah diperiksa.
  • Jangan melakukan sinkronisasi sebelum memeriksa data penting.
  • Simpan bukti atau catatan perubahan data apabila diperlukan untuk penelusuran.
  • Perhatikan informasi resmi mengenai batas waktu pemutakhiran dan sinkronisasi.

✅ KEBIASAAN BAIK OPERATOR

Jangan menunggu sampai batas waktu pemutakhiran hampir berakhir. Lakukan pemeriksaan dan pembaruan data secara berkala sehingga ketika diperlukan sinkronisasi, data sekolah sudah dalam kondisi siap.

FAQ: Pertanyaan Seputar Tarik Data dan Sinkronisasi DAPODIK

Apakah tarik data sama dengan sinkronisasi?

Tidak. Tarik data pada prinsipnya mengambil data dari server ke aplikasi DAPODIK, sedangkan sinkronisasi mengirim data dari aplikasi DAPODIK ke server.

Kalau memasukkan siswa baru, apakah harus sinkronisasi?

Tergantung dari proses dan sumber datanya. Jika data siswa baru sudah tersedia di sumber data dan perlu dimasukkan ke DAPODIK, proses yang dilakukan adalah tarik data. Setelah itu, operator perlu mengikuti tahapan pemutakhiran dan pengiriman data sesuai mekanisme DAPODIK.

Kalau mengubah data sarpras di DAPODIK, apakah perlu tarik data?

Tidak. Jika perubahan dilakukan langsung di aplikasi DAPODIK, prinsipnya perubahan tersebut perlu disimpan dan kemudian dikirim melalui proses sinkronisasi.

Apakah harus selalu menggunakan DAPODIK versi terbaru?

Operator sangat disarankan mengikuti versi aplikasi DAPODIK resmi terbaru karena pembaruan aplikasi dapat membawa perbaikan, penyesuaian sistem, maupun kebutuhan pendataan terbaru. Pada saat artikel ini diperbarui, versi terbaru yang disebutkan adalah DAPODIK 2027a. Segera baca Cara Install DAPODIK Versi 2027a.

Bagaimana cara melakukan sinkronisasi DAPODIK?

Ini adalah hal mendasar yang harus diketahui oleh para operator. Kami sebagai web pendidikan terbaik di Indonesia sudah pernah membahasnya. Baca di cara melakukan sinkronisasi DAPODIK lengkap.

Kesimpulan

Tarik data dan sinkronisasi DAPODIK jelas merupakan dua proses yang berbeda.

INGAT RUMUS SEDERHANANYA

Tarik Data = Server ➜ DAPODIK

Sinkronisasi = DAPODIK ➜ Server

Tarik data diperlukan ketika sekolah perlu mengambil atau memperbarui data dari server, misalnya data peserta didik atau perubahan data tertentu yang berasal dari layanan pusat. Sementara itu, sinkronisasi dilakukan ketika operator telah melakukan perubahan data di aplikasi DAPODIK dan perlu mengirimkan perubahan tersebut ke server pusat.

Bagi operator sekolah, memahami perbedaan ini sangat penting. Jangan hanya fokus pada tombol tarik data atau sinkronisasi, tetapi pahami juga dari mana data berasal, ke mana data dikirim, dan kapan proses tersebut memang diperlukan.

📚 BACA JUGA

Untuk panduan teknis mengenai cara tarik data DAPODIK maupun cara melakukan sinkronisasi DAPODIK, Esai Edukasi juga telah membahasnya secara lebih lengkap. Silakan membaca artikel terkait melalui tautan yang tersedia di dalam artikel.

Guritno Adi
Guritno Adi Penulis adalah seorang pengajar dan fasilitator pendidikan yang sudah mengajar sejak 2007. Lulus dari S-1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, penulis juga tertarik pada banyak tema selain edukasi, seperti teknologi, psikologi, sastra dan social media. Di tengah kesibukan mengajar penulis juga masih menyempatkan waktu menulis di blog ini, esaiedukasi.com dan beberapa media lainnya. Sering mengikuti banyak pelatihan, workshop maupun seminar lintas disiplin ilmu, penulis percaya bahwa keterampilan dan wawasan harus terus dipelajari. Salah satu cita-cita terbesarnya adalah melihat Indonesia Emas yang diisi para generasi pemenang.

Posting Komentar untuk "Perbedaan Tarik Data dan Sinkronisasi di DAPODIK"